Gara-Gara Uang, FIFA Bakal Hapus Islandia

Rabu, 21 September 2016 17:10 WIB
Editor: Dery Adhitya Putra
 Copyright:

Islandia mengejutkan banyak orang saat berpartisipasi di Euro 2016 lalu. Meski tidak diunggulkan, negara yang memiliki penduduk sebanyak 332 ribu tersebut berhasil menjadi runner-up Grup F hasil dari sekali menang dan dua imbang.

Di babak 16 besar, Gylfi Sigurdsson cs. sukses menundukkan Inggris dengan skor 2-1 untuk maju ke babak selanjutnya. Langkah Islandia terhenti di perempat final usai tidak mampu meladeni kepekasaan tuan rumah, Prancis, yang menang dengan skor 5-2.

Prestasi ciamik tersebut mengundang banyak simpati dan menaikkan pamor Islandia. Hal ini tentu berdampak baik bagi game sepakbola seperti FIFA 17. Para penikmat sepakbola tentu ingin menjajal memainkan negara asal Eropa Utara tersebut.


Selebrasi pemain Islandia usai menyingkirkan Inggris di Euro 2016

Sayang sepertinya hal itu mungkin tidak akan terwujud. Menurut laporan Soccerway, pengembang FIFA 17, Electronic Arts, gagal mencapai kesepakatan dalam hal biaya hak cipta dengan Asosiasi Sepakbola Islandia (KSI).

"Mereka (Electronic Arts) menginginkan hak cipta dan memberikan harga yang sangat rendah, hampir gratis," ujar Presiden KSI, Geir Thorsteinsson, dikutip dari Soccerway.

"Penampilan di Euro membuktikan bahwa kami sebuah tim yang cukup baik dan saya rasa banyak orang yang mau memainkan Islandia. Pihak EA Sports harus mendapat kritik karena hal ini," lanjut Thorsteinsson.


Geir Thorsteinsson

"Negosiasi harus menghasilkan harga yang layak bagi kedua belah pihak. Saya tidak merasa apa yang mereka lakukan adil."

Akibat hal tersebut, Islandia kemungkinan tidak bakal ada dalam game FIFA 17. FIFA 17 rencananya akan dirilis pada 27 September di Amerika dan 29 September di seluruh dunia.

606