Terganjal Visa, Begini Nasib Topskor Feyenoord Asal Indonesia Ini

Selasa, 27 September 2016 15:03 WIB
Editor: Dery Adhitya Putra
 Copyright:

Yussa Nugraha merupakan salah satu talenta menjanjikan yang sempat menimba ilmu di negeri Kincir Angin, Belanda, bersama SC Feyenoord U-15, tim yang berkiprah di Sunday Hoofdklasse A atau kasta kedua dari strata kompetisi amatir di Belanda.

Menyusul libur kompetisi, pada Juli lalu Yussa dan kedua orang tuanya pulang ke tanah air untuk berlibur. Rencananya, Yussa dikabarkan akan kembali ke Belanda pada bulan Agustus, namun nasib berkata lain. Akibat terganjar masalah visa, winger lincah tersebut terpaksa absen di musim baru ini karena tak bisa kembali ke Belanda.


Yussa Nugraha bersama kedua orang tuanya saat datang berlibur di Indonesia.

“Sebenarnya Yussa ingin kembali ke Belanda, karena dia masih harus menyelesaikan sekolah selama 2 tahun lagi. Sayangnya terhambat karena terganjal masalah visa. Visa Yussa susah untuk diurus karena dia masih di bawah umur (15 tahun), di mana aturan di Belanda harus didampingi orang tua,” tutur ibunda Yussa, Indra Lieu Nugraha kepada INDOSPORT.

“Saat bertemu Menpora, kami diberi janji akan dibantu dalam pengurusan visa, tapi sampai sekarang belum ada jawaban.”

Karena tak bisa kembali melanjutkan pendidikan dan kariernya di Belanda, Yussa pun memilih melanjutkan sekolahnya di Solo sambil menunggu kejelasan dari permasahan yang menderanya.


Yussa Nugraha memilih melanjutkan pendidikan di Indonesia.

“Karena Yussa tidak bisa kembali sesuai waktu yang ditentukan oleh klubnya di Belanda, otomatis Yussa tidak ikut kompetisi musim 2016/2017,” lanjut Ibunda Yussa, Indra Lieu.

“Untuk mengisi waktu kosong, dia akan sekolah dulu di Solo dan ikut latihan klub sepakbola lokal di Solo, Usna-Asmi U23. Kita tidak bisa kembali ke Belanda karena ijin kerja kita sudah habis,” tutup wanita berambut panjang tersebut.

Karier Yussa bersama SC Feyenoord U-15 tidak bisa dianggap sebelah mata. Ia pernah menjadi top skor klub dengan catatan 18 gol dan 13 assist dari 33 pertandingan di seluruh ajang.

2K