Menjelang Derby Kalimantan Timur antara Persiba Balikpapan kontra Pusamania Borneo FC (PBFC) beberapa waktu lalu, Gelandang veteran Ponaryo Astaman sempat membuka peluang untuk mengakhiri karier sepakbolanya di klub tanah kelahirannya (Persiba Balikpapan).
Namun, kini pemain 36 tahun tersebut mengubah rencana itu, dan ingin menjaga komitmennya bersama klubnya saat ini, PBFC.
Ponaryo ternyata memiliki alasan tersendiri untuk memilih pensiun di klub rival. Ia menilai bahwa kariernya di dunia si kulit bundar sudah tidak lama lagi, jadi tidak etis rasanya harus terus berpindah klub.
“Saat awal musim kemarin bergabung dengan tim, saya sudah berkomitmen untuk buat tim ini (Pusamania) berprestasi. Saya ingin bermain satu-dua musim lagi, sebelum akhirnya pensiun di sini,” ujar Ponaryo.
.jpg?w=460&h=259)
Ponaryo Astaman ingin pensiun di Pusamania Borneo FC.
"Di sepakbola kadang keinginan berbeda dengan kenyataan. Waktu saya mungkin tidak banyak lagi di sepakbola, jadi sangat tidak pas rasanya buat saya untuk pindah-pindah klub lagi," sambungnya.
Mantan penggawa PSM Makassar itu juga berencana melanjutkan kariernya sebagai pelatih di Pusamania setelah gantung sepatu. Saat ini Ponaryo telah mengantongi lisensi B AFC, syarat minimum yang diharuskan jika ingin menjadi pelatih kepala kelompok usia, atau sebagai asisten pelatih di tim utama Pesut Etam.
“Kita lihat nanti saja, semua akan terjawab pada waktunya. Rencananya juga akan ambil lisensi A tapi tunggu jadwal saja ini kapan ada course-nya," tutup Ponaryo.