Dalam buku Otobiografinya, Jamie Vardy secara blak-blakan memberikan komentar mengenai taktik dari pelatih Arsenal, Arsene Wenger.
Secara tidak langsung, komentarnya seperti meremehkan taktik dari juru taktik asal Prancis tersebut. Apalagi, ia juga terkesan seperti menyombongkan dirinya sendiri saat memberikan penolakan untuk klub London Merah itu.
“Dengan memiliki pemain-pemain seperti Alexis Sanchez dan Mesut Ozil yang dapat menciptakan peluang, Arsenal tentu merasa sangat beruntung jika saya menjadi milik mereka,” tulis Vardy di bukunya tersebut dilansir dari Metro.

Striker Leicester City, Jamie Vardy lebih memilih bertahan daripada pindah ke Arsenal.
“Tapi saya juga memiliki pemikiran lain, Anda dapat melihat gaya bermain Arsenal, mereka tidak bisa memberikan bola langsung ke depan dengan cepat seperti yang dilakukan Leicester. Mereka memilih untuk memainkannya dan membuat saya harus ke lini pertahanan di belakang,” tambahnya.
Jika melihat gaya bermain Arsenal dan Leicester City, tentu keduanya memiliki gaya bermain yang berbeda. The Gunners memang kerap lebih lama memainkan bola dengan maksud untuk memancing para pemain lawan, barulah mereka menciptakan peluang untuk dijadikan gol.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger yang taktiknya tidak disukai oleh Jamie Vardy.
Sementara Leicester City, lebih bermain pragmatis dengan melakukan permainan cepat dari serangan balik untuk mendapatkan gol. Cara bermain seperti inilah yang lebih disukai Vardy daripada dirinya harus pindah ke Arsenal.
Dalam bukunya tersebut, Vardy juga seakan memberikan syarat kepada fans The Foxes maupun seluruh kerabatnya, jika pada suatu hari nanti ia bisa saja hengkang dari King Power Stadium.
“Itu tidak ada hubungannya dengan loyalitas atau bagaimana perasaan saya dengan rekan setim. Pemain selalu ada yang datang dan ada yang pergi,” ujarnya.