Satu gol tunggal diciptakan Ibrahimovic ke gawang Zorya, dari assist unik yang diberikan Wayne Rooney. Maksud hati menendang bola langsung, Rooney justru salah menendang bola, memantulkannya ke tanah dan justru berbuah assist, yang dikonversi Ibrahimovic dengan tandukkan kepalanya.
Striker Swedia berusia 34 tahun pun mengaku selalu termotivasi bermain, di ajang manapun yang diikutinya, meski itu adalah Liga Europa yang banyak disebut sebagai kasta kedua turnamen antarklub Eropa, setelah Liga Champions.
“Saya mencoba untuk mendorong diri saya tampil baik di tiap laganya. Bagi saya, setiap laga adalah pertandingan baru. Apapun itu baik itu Liga Primer, Liga Europa, Piala Liga, Piala FA, apapun itu saya mencoba mendorong diri saya, karena saya profesional,” tegas Ibrahimovic, diberitakan Manchester Evening News.

Zlatan Ibrahimovic belum terbiasa bermain di Liga Europa.
“Jika Anda bermain atau berada di bangku cadangan, Anda harus siap secara mental. Anda harus melakukan pekerjaan dengan baik. Kami dinilai dengan laga terakhir yang Anda mainkan. Apapun yang Anda lakukan di dua laga terakhir, hanya laga terakhir yang dilihat. Itu cara saya berpikir dan itu lah mengapa saya bekerja keras,” paparnya.
Meski begitu eks striker Paris Saint-Germain (PSG) sedikit menyepelekan Liga Europa. Ibrahimovic mengaku tidak terbiasa bermain di Liga Europa, dan ingin membiasakan dirinya.
“Saya tidak terbiasa bermain pada Kamis (Jumat dini hari waktu Indonesia). Saya harus membiasakannya!” urai Ibrahimovic.