Wawancara Khusus

WAWANCARA EKSKLUSIF Zein Al Hadad, Pelatih Persija yang Turut Mengalahkan Arsenal

Minggu, 2 Oktober 2016 13:00 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Joko Sedayu
© Ardiyansyah/INDOSPORT
Zein Al Hadad (kanan) Copyright: © Ardiyansyah/INDOSPORT
Zein Al Hadad (kanan)
Raihan Terbaik Sebagai Pelatih

INDOSPORT: Ceritakan sedikit perjalanan karier anda sebagai pelatih?

Zein Al Hadad: Setelah dapat lisensi A saya melatih di Salim Group, setelah itu tahun 2000 saya melatih di Jawa Timur, terus 2011-2012 saya di Persijatim Solo FC. Di 2003, saya di Persebaya Surabaya kemudian ke Timnas U-20 sama Peter White di 2005, selanjutnya di 2006 melatih di Persimaros, dan 2007 saya melatih di Belu Atambua, NTT.

INDOSPORT: Ada pengalaman menarik selama melatih di daerah Timur yang terkenal dengan cuacanya yang panas?

Zein Al Hadad: Di sana (NTT) panas banget tapi sudah biasa, dan itu merupakan bagian dari cerita saya. Kemudian di 2008-2009 saya pindah melatih ke Deltras, di sana saya bisa bawa tim menjadi juara ketiga di Copa Dji Sam Soe, setelah selama 14 belum klub tak pernah juara. Dan saya dapat gelar pelatih terbaik waktu itu.

INDOSPORT: Apa rahasia Anda saat membawa Deltras Sidoarjo meraih peringkat ketiga dengan skuat yang tidak terlalu mewah?

Zein Al Hadad: Di delapan besar kita kalahin Persija yang penuh dengan bintang. Saya melakukan pendekatan kepada pemain mengenai tanggung jawab secara individu dan tim. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni bagaimana saat menyerang, saat losing the ball, dan bagaimana transisi menyerang ke bertahan dan sebaliknya. 

337