Di bawah komando si Sam Allardyce, Inggris saat itu bertandang ke Slovakia dan memenangkan pertandingan dengan gol semata wayang Adam Lallana di menit 95. Itu adalah pertandingan pertama Allardyce bersama Inggris.
Allardyce memutuskan untuk menggunakan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Rooney sebagai gelandang serang yang bermain ke kiri, di samping Jordan Henderson dan Eric Dier di pertandingan itu. Karena tidak banyak berkontribusi, Rooney kemudian digantikan Delle Alli yang bermain cenderung ke tengah.
Allardyce mengatakan bahwa Rooney telah bemain di posisi mana saja yang dia inginkan, sesaat setelah pertandingan itu berakhir.
Pernyataan itu kemudian membuat Rooney dikritik banyak pihak. Seperti dilansir Skysports, pemain Manchester United itu akhirnya meluruskan, dia hanya mengikuti instruksi yang diberikan Allardyce, agar dirinya bermain di posisi mana saja guna merepotkan pertahanan Slovakia.
"Sam berkata, waktu itu saya bermain sesuka saya. Itu tidak benar. Saya hanya menjalankan instruksinya," kata pemain berusia 30 tahun itu.
"Saya mendapat banyak kritikan karena penampilan hari itu. Tapi saya rasa permainan saya itu tidak buruk."
Rooney menambahkan, dia tidak pernah meminta peran atau posisi tertentu. Dia hanya menjalankan arahan pelatih.
"Saya bermain sesuai dengan arahan. Itu (pernyataan Allardyce) adalah kesalahpahaman besar, dan itulah yang membuat saya dicemooh. Saya menderita karena itu," keluhnya.
Meski begitu, Rooney mengatakan, mantan pelatihnya itu pada akhirnya menyadari kesalahan tersebut ketika kembali ke Inggris.
Tetapi Allardyce tidak punya waktu untuk meluruskan pernyataannya ke media, karena terlanjur terlibat skandal korupsi.
Penulis: May Rahmadi