Tak hanya pemain dan pada staf pelatih saja yang merasakan kecewa, tapi seluruh pendukung setia Sriwijaya FC merasakan kekecewaan yang mendalam.
Salah satu pendukung SFC, Dheni Pratama, saat disinggung mengenai kekalahan tim kesayangannya mengatakan, dalam sepakbola menang dan kalah memang sudah biasa. Bila tim kesayangan menang sudah pasti perasaan senang dan bangga sekali. Tapi sebaliknya, bila tim kalah wajar dirinya harus merasakan kekecewaan.
“Hasil seri di kandang pun merasakan hal yang sama seperti kecewa, tapi kalau seri di tandang pasti senang,” ujar Dheni.
Curahan hati suporter kepada klubnya merupakan hal yang alami. Bahkan curahan hati tersebut menunjukkan ada ikatan emosional dan rasa memiliki pada SFC. Mereka merasa memiliki pada Laskar Wong Kito, karena ada perasaan senang atau kecewa.

“Tapi kecewa bukan berarti berhenti mendukung,” ucapnya. Selama ini pendukung SFC kerap kali memberikan dukungan saat tim kebanggaan warga Palembang itu menang.
“Mengkritik boleh asal sewajarnya, bukan mencaci-maki dan kritik juga bukan berarti membenci,” tegasnya.
Ketua Sriwijaya Mania (S-Man), Eddy Ismail, juga menyampaikan bahwa dirinya bersama para anggotanya tidak akan berhenti mendukung perjuangan Firman Utina dan kawan-kawan di lapangan.
Kendati tim kalah besar dari Bhayangkara FC, bukan berarti alasan bagi S-Man untuk berhenti memberikan dukungan. “Kita akan tetap mendukung SFC sampai kapan pun,” tegasnya.