Pemprov DKI Jakarta Tepis Bangun Stadion BMW untuk Persija

Sabtu, 8 Oktober 2016 14:49 WIB
Editor:
 Copyright:

Pembangunan Stadion BMW (Bersih Manusiawi Wibawa) di Sunter, Jakarta Utama, saat ini harus tertunda. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, menjadi penyebabnya.

Di dalam aturan itu disebutkan, pembangunan infrastruktur melalui APBD tidak boleh menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears. Selain itu permasalan lahan yang diklaim milik Pemprov DKI tersebut digugat oleh PT Buana Permata Hijau‎.‎ 

“Untuk saat ini memang belum bisa direalisasikan pembangunannya karena masih terhalang kepemilikan tanah yang belum selesai,” ujar Kepala Pembinaan dan Prestasi Dispora DKI Jakarta, Tedi Cahyono kepada INDOSPORT.

Persija harus menyewa untuk bisa menggunakan Stadion BMW.

Tedi Cahyono juga menjelaskan bahwa pembangunan Stadion BMW tersebut adalah untuk menggantikan beberapa stadion lama yang kini beralih fungsi. Namun, Tedi menekankan bahwa stadion BMW dibangun bukan untuk Persija Jakarta seperti yang banyak diharapkan oleh kalangan Jakmania.

“Kami akan berusaha mewujudkannya. Namun kami tegaskan stadion tersebut bukan untuk Persija Jakarta. Mereka boleh memakainya, statusnya sama seperti mereka menggunakan GBK dengan menyewa,” tandas Tedi lebih jauh.

Menurut rencana, Stadion BMW akan dibangun di Taman BMW. Stadion itu adalah stadion pengganti Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang dibongkar untuk dijadikan lokasi depo Mass Rapid Transit (MRT). Stadion BMW nanti dikabarkan dapat menampung 50.000 penonton dan memiliki desain yang unik, yakni berbentuk turban atau seperti peci yang dililit sorban.

1.5K