Selain akan kembali berjumpa dengan negara yang pernah ditanganinya selama 3 periode di tahun 1998-2000, 2003-2004 dan 2005-2007, Riedl juga memiliki cerita menarik mengenai Vietnam. Jika saja tidak dibantu oleh salah satu warga negara Vietnam, mungkin saja hari ini Riedl tidak akan kembali membesut skuat Garuda.
Hal itu berawal dari beberapa tahun yang lalu. Riedl dikabarkan bermasalah dengan ginjalnya hingga harus melakukan melakukan cangkok ginjal saat membesut timnas Vietnam pada 2006.

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl pernah memiliki masalah dengan ginjalnya.
Tanpa disangka, masyarakat Vietnam yang punya empati kepadanya bersedia mendonorkan satu organ tubuh vital tersebut. Operasi tersebut pun akhirnya bisa dilakukan pada Maret 2007, sehingga Riedl bisa kembali sehat tanpa harus bolak balik ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah.
Pelatih asal Austria itu sendiri sebelumnya belum pernah bertemu dengan pendonornya tersebut pasca operasi. Hingga akhirnya dipertemukan dalam sebuah kesempatan di acara televisi tanah air pada 2011 lalu.
Pendonor tersebut bernama Nguyen Van K. Kehadirannya ke Indonesia dan bertemu Riedl adalah yang penampilan pertama di hadapan publik. Riedl yang melihat kehadiran pria tersebut pun terkejut dan tak kuasa menahan air matanya.
“Dia menyelamatkan hidup saya. Bila tidak mendapatkan pendonor Anda harus melakukan cuci darah tiga kali dalam seminggu, dan itu seperti titik akhir hidup anda,” tutur Riedl sambil terisak.
Laga besok malam akan menjadi reuni dan pembuktian kualitas Riedl, untuk melihat sejauh mana peta kekuatan Timnas dan calon lawannya tersebut meski berada di grup yang berbeda di babak penyisihan Piala AFF 2016.