Diisukan Balik ke Persib, Ini Komentar Makan Konate

Selasa, 11 Oktober 2016 16:47 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
 Copyright:

Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman, mengungkapkan keinginannya untuk kembali memboyong Dedi Kusnandar dan Makan Konate pada tahun 2017. Keduanya diproyeksikan masuk ke dalam skuat tim berjuluk Maung Bandung tersebut pada kompetisi resmi tahun depan.

Dedi yang bermain bersama klub asal Malaysia, Sabah FA, sudah memberikan keterangan terkait hal tersebut. Ia  membenarkan bahwa Persib sudah melakukan komunikasi dengannya.


Dedi Kusnandar saat masih memperkuat Persib Bandung.

Dilansir Harian Metro, Konate juga angkat bicara soal ketertarikan Persib untuk membawanya pulang kembali ke Bandung. Pemain yang kini bermain di klub asal Malaysia, T-Team FC itu enggan memikirkan isu tersebut terlalu jauh.

Sebab, ia tengah fokus untuk membawa timnya lolos ke babak final Piala Malaysia 2016. Konate bersama T-Team akan menghadapi Selangor FA di leg kedua Piala Malaysia 2016, Sabtu (15/10/16) mendatang.


Selebrasi Makan Konate usai membawa Persib Bandung menjadi juara ISL 2014.

Hal yang dilakukan Konate sangatlah wajar, mengingat T-Team harus puas kalah 1-2 dari Selangor FA yang diperkuat pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Andik Vermansah, di leg pertama babak semifinal.

"Hati saya masih untuk T-Team. Saya masih terikat kontrak. Saya senang tinggal di Terengganu dengan suasana pantai yang cantik dan masyarakat yang ramah. Namun, saya belum akan membuat keputusan terkait di mana saya akan bermain musim depan. Saya tengah fokus ke Piala Malaysia dulu," ungkap Konate dikutip Harian Metro.

"Saya juga harus bicara dengan agen yang membawa saya ke T-Team. Apakah dia setuju saya bertahan di T-Team atau bermain di klub lain musim depan," lanjut pemain yang membawa Persib juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015 itu.


Makan Konate (tengah) bersama rekan-rekannya di T-Team FC.

Seperti diketahui, Makan Konate dan Dedi Kusnandar hijrah dari Persib Bandung pada akhir tahun 2015. Keduanya lebih memilih bermain di Liga Malaysia karena situasional.

Mengingat, sepakbola Indonesia tengah mati suri karena pembekuan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, yang berujung sanksi FIFA.

Hal tersebut membuat kompetisi resmi di Tanah Air, Indonesia Super League (ISL) terpaksa dihentikan.

1.2K