Tak hanya Tristan Alif yang terdengar gaungnya sebagai pemain muda Indonesia di Eropa. Cukup banyak pesepakbola cilik yang berkarier mulai dari Belanda hingga di Qatar.
Sama-sama masih sangat muda, para pemain muda kini terus berjuang untuk mendapatkan tempat di pesepakbolaan Eropa.
Meski sama-sama memiliki bakat yang tak jauh berbeda, namun bakal banyak rintangan yang akan menghalang untuk para pemain muda Indonesia di Eropa.
Menurut pengamatan pengamat sepakbola Indonesia di Belanda, Eka Tanjung, banyak pemain muda yang memiliki cerita masing-masing terkait perjalan karier mereka di negeri orang.
“Jika ada pemain muda berdarah Indonesia yang sudah tinggal lama di satu negara Eropa, jadi kesempatan bermain sepakbola lebih besar,” ungkap Eka Tanjung di Belanda saat dihubungi INDOSPORT.
Eka Tanjung mengungkapkan bahwa transfer yang dialami Tristan Alif baru-baru ini, justru menjadi pembeda karena beberapa pemain tak pernah mengalami hal seperti itu.

“Perbedaannya lagi adalah masalah yang dihadapi Alif saat ini sama sekali tak dihadapi pemain lain.”
“Alif yang memiliki bakat bermain bola yang bagus tapi kesempatan untuk main di Eropa malah sulit.”
Berita lain Tristan Alif:
Melihat Lebih Dekat Aturan FIFA dalam Kacamata 'Transfer' Tristan Alif
(FOTO) Urusan 'Transfer' dengan Leganes Belum Selesai, Tristan Alif Jalan-Jalan ke Belanda
Kurniawan Dwi Yulianto: Jangan Ada Rekayasa di Kasus Tristan Alif
(FOTO) Kontroversi Transfer Masih Panas, Tristan Alif Pamer Foto di Ruang Ganti Madrid
Terkait Kasus Tristan Alif, Menpora Belum Terima Laporan
Ditanya Soal Tristan Alif, Leganes Pilih 'Bungkam'
Media Spanyol Soroti Tristan Alif, Ini Kata Orang Tua Sang Pemain
Media Ternama Spanyol Bongkar Kisah Transfer Tristan Alif ke Leganes
Lebih lanjut Eka Tanjung menyebut bahwa persoalan fisik akan jadi kendala bagi pesepakbola muda Indonesia yang tengah merintis karier di Eropa. Apalagi jika nanti mereka beranjak dewasa.
“Cukup sulit bagi pemain berdarah Indonesia untuk menjadi pemain profesional mengingat persaingan yang ketat dari pemain-pemain muda lainnya yang memiliki fisik lebih besar seperti pemain dari Maroko, Turki, Suriname.”