Menghadapi Titus Bonai dan kawan-kawan, Sriwijaya memboyong 18 pemain. Pelatih Kepala Sriwijaya, Widodo Cahyono Putro juga memboyong dua pemain jebolan PON Sumsel dalam lawatannya ke Makassar.
Dua pemain jebolan PON tersebut adalah gelandang muda, Manda Cinggi dan second striker Mariando.
Manda disiapkan untuk melapisi sang jenderal lapangan tengah, Firman Utina. Sedangkan Mariando melapisi Airlangga Sucipto.
Sementara ke-16 pemain lainnya yakni Teja Paku Alam, Yogi Triana, Ngurah Wahyu Trisnajaya, TA Musafri, Yohanis Nabar, Zalnando, Hapit Ibrahim, Hilton Mauro Moreira, Yu Hyun-koo, Mauricio Aparecido Maciel Leal, Wildansyah, Rizsky Dwi Ramadana, Firman Utina, Muhammad Ridwan, Fachrudin, Manda Cingi, Mariando, dan Achmad Jufriyanto.
.jpg?w=460&h=258)
Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro
“Kita bawa 18 pemain lawan PSM Makassar. Pemain sudah berangkat pagi tadi (Sabtu pagi-red),” ungkap Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro.
Anak asuhnya punya waktu persiapan cukup singkat. Setelah menekuk Gresik United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (13/10/16) kemarin, pemain langsung diistirahatkan.
Namun, pelatih tetap memberikan latihan ringan pada Jumat (14/10/16) sore. Supardi dan kawan-kawan melakukan latihan di kolam renang untuk membuat otot-otot pemain lebih santai.
“Pemain yang tidak turun tetap latihan seperti biasanya,” ujar Widodo.
Belum sempat melakukan latihan lagi, anak asuhnya sudah harus terbang ke Makassar karena awal pekan depan pertandingan lawan PSM Makassar sudah harus dimainkan.
“Pemain akan menjalani latihan persiapan terakhir melawan PSM Makassar satu hari jelang pertandingan,” ucapnya.
Suasana sesi latihan para pemain Sriwijaya FC
Dilaga melawan PSM Makassar diyakini performa tim sudah kembali normal lagi seperti diawal putaran kedua, kala menekuk Persiba 3-1, kalahkan Persib 3-0 dan mempermalukan Madura United 5-2.
“Kemenangan sebelumnya sangat penting, motivasi pemain kembali meningkat lagi,” ujarnya.
Di tengah motivasi Sriwijaya atas kemenangan sebelumnya, Supardi dan kawan-kawan patut mewaspadai kebangkitan PSM Makassar yang baru saja menelahan kekalahan dari Arema Cronus 0-2, Sabtu (15/10/16) kemarin.
“Seperti saya bilang sebelumnya, semua pemain berbahaya. Masuk sepertiga lapangan, mereka harus dihentikan,” tegasnya.