Wajar bila Firman dkk kecewa. Pasalnya, tim tamu memimpin terlebih dahulu melalui TA Abdul Musafri. Perlahan PSM bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dilesatkan oleh Rasyid Bakri.
Akhirnya, tim Juku Eja berhasil meraih kemenangan setelah Ferdinand Sinaga berhasil membobol gawang SFC di penghujung pertandingan. Namun, setelah gol itu para pemain Laskar Wong Kito nampak melakukan protes keras ke wasit Iwan Sukoco.

Ferdinand Sinaga saat melawan PSM Makassar.
Sebelum Ferdinand mencetak gol, Firman dkk mengira bola akan menjadi milik mereka karena bola menyentuh kaki pemain PSM, Titus Bonai. Namun, bola justru direbut pemain PSM dan wasit membiarkannya sehingga gol terjadi.
“Kami hanya ingin keadilan, dan pemain pun tidak ingin banyak bicara soal wasit. Semua juga sudah melihat apa yang terjadi tadi di lapangan,” jelas mantan gelandang Persib Bandung tersebut.

Ferdinand Sinaga saat melawan Sriwijaya FC di Stadion Andi Mattalata.
Firman menilai sepakbola Indonesia akan sulit maju bila hal seperti ini terus terulang. Sebab, kerja keras pemain di lapangan hijau, mulai dari persiapan pemain saat latihan, ataupun taktik dan strategi jitu pelatih, menjadi hal yang percuma bila terus menemukan kondisi seperti ini.
“Semua menjadi percuma jika tidak ada ketegasan dan keadilan dari wasit. Sebagai pemain saya sangat menyesali kejadian hari ini, padahal semua sudah bekerja keras setiap harinya untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan,” keluhnya.