Imam Dzulkifli merasa sangat kecewa begitu mengetahui jika Kongres PSSI yang rencananya digelar di Makassar pada 17 Oktober 2016 diundur dan dipindahkan ke Jakarta.
Selain menyisakan kekecewaan yang mendalam, keputusan itu menyisakan segudang pertanyaan yang menggelayut dalam benak Imam, terkait alasan rasional yang membuat hajatan sepakbola nasional itu batal digelar di tanah kelahirannya.
Pria yang kebetulan memiliki nama depan yang sama dengan Menpora, Imam Nahrawi itu lantas menulis sebuah surat terbuka untuk melimpahkan rasa kecewanya yang ia tujukan kepada sang Menteri.
Dalam suratnya, Imam menuliskan sejumlah dugaan yang menurutnya menjadi penyebab kegagalan Makassar menjadi tuan rumah Kongres PSSI. Surat tersebut kemudian menjadi viral di media sosial dipublikasi melalui tayangan video melalui kanal youtube seorang publisher.
Penunjukan Makassar sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres Biasa (Pemilihan) PSSI 2016 dengan agenda utama Pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan baru periode 2016-2020, berdasarkan Surat Keputusan PSSI nomor 506/AGB/91/VII/-2016, yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim, per tanggal 5 Agustus 2016 disambut antusias masyarakat kota Makassar.
Panitia Kongres PSSI Makassar pun telah mempersiapkan dengan matang, termasuk jaminan keamanan serta profesionalisme dan independensi kota penyelenggara. Ucapan selamat datang kepada peserta kongres dan sejumlah umbul-umbul sudah menghiasi jalan-jalan kota Makassar, beberapa hari jelang pelaksanaan kongres yang sedianya dijadwalkan pada 17 Oktober 2016.

Jalan-jalan kota Makassar sudah ramai dihiasi umbul-umbul dan baliho Kongres PSSI.
Namun kongres akhirnya batal digelar di Makassar setelah diputuskan untuk ditunda hingga 10 November 2016, dan menjadikan Jakarta sebagai lokasi pelaksanaan. Penundaan dan perubahan lokasi menyusul adanya pembicaraan Komite Eksekutif (Exco) PSSI dengan perwakilan FIFA pada Senin 10 Oktober 2016 di Aston Hotel Rasuna.
Keputusan itu disampaikan, dan mendapat restu dari FIFA melalui surat yang ditujukan kepada PSSI dan Kemenpora pada tanggal 14 Oktober 2016 dan disahkan melalui surat PSSI nomor 830/UDN/423/X-2016 yang ditandatangani oleh Sekjen PSSI, Azwan Karim.

Penundaan dan pembatalan Kongres PSSI di Makassar dianggap sebagai jalan tengah untuk polemik panjang terkait lokasi pelaksanaan kongres setelah sebelumnya, Kemenpora bersikeras hanya memberikan rekomendasi izin dari kepolisian jika kongres digelar di Yogyakarta.