Rentetan hasil positif tersebut diraih setelah dalam 15 pertandingan sebelumnya Persija tak mampu meraih kemenangan. Macan Kemayoran mulai merasakan angin segar usai menang atas Perseru Serui, pada pekan ke-21 TSC 2016 awal bulan ini.
Setelahnya giliran Barito Putera dan PS TNI menjadi korban keganasan Macan Kemayoran. Aura positif ini pun diharapkan terus ada di pasukan ibu kota.

Aksi koreo yang digalang oleh para pendukung setua Persija Jakarta, The Jakmania.
Demi mewujutkan hal tersebut, Presiden klub, Ferry Paulus pun meminta agar pendukung setia Persija agar mulai bersikap dewasa sebagai suporter.
“Jakmania harus mulai sadar diri, memang yang paling berat adalah Persija sendiri tidak beratribut, sehingga tidak tahu ada oknum yang datang nonton dan menciptakan kericuhan. Oleh karenanya saya pikir harus ada semacam kelompok keamanan, yang bisa mengawasi penonton, dengan perbandingan 1:50 sehingga mudah dipantau,” harap Ferry Paulus.

Ferry Paulus meminta para The Jakmania untuk sama-sama menjaga nama baik Persija Jakarta.
Pria yang sering dikenal dengan inisial FP tersebut juga menjabarkan beberapa kerugian yang akan dialami andai The Jakmania tak mampu menjaga sikapnya. Kerugian finansial hingga terganggunya moril pemain menjadi hal utama yang harus diperhatikan.
“Yang rugi juga adalah klub jagoannya sendiri. Banyak hal yang bisa membuat kerugian mulai dari sisi prestasi, dan finansial karena gak ada sponsor atau ada dan menarik diri, hingga moril pemain juga akan terganggu,” jelas Ferry Paulus secara detail.

Sejumlah orang menjadi korban saat The Jakmania terlibat insiden keributan ketika menjamu Sriwijaya FC.
Bukan tanpa alasan Ferry Paulus meminta kedewasaan The Jakmania. Pasalnya sejak insiden di Gelora Bung Karno (GBK) saat Persija Jakarta dinyatakan kalah 0-3 dari Sriwijaya FC Juni lalu, Macan Kemayoran seolah terus kehilangan kegarangannya.
Buntut dari berbagai insiden tersebut, Jakmnia dilarang datang ke stadion dengan memakai atribut klub dan Persija sendiri didenda hingga ratusan juta.