Masuk menggantikan Paulo Dybala di menit ke-69, Juan Cuadrado langsung menunjukkan kualitasnya sebagai winger terbaik Juventus. Baru menginjak rumput lapangan selama 7 menit, pemain berusia 28 tahun itu sukses mencetak gol kemenangan di menit ke-76.
Gol tersebut tercipta lewat aksi individual Cuadrado di sisi sayap kanan. Pemain asal Kolombia itu terlihat mengeluarkan skill menggiring bola sambil menari khas goyangan latin.
Sukses mengelabui 2 pemain bertahan Lyon, Cuadrado langsung melepaskan tendangan roket dari sudut sempit. Bola hasil tendangan Cuadrado pun melesat deras dan tak bisa ditangkap kiper Lyon, Anthony Lopes.
Menariknya, jauh sebelum Cuadrado mencetak gol spektakuler tersebut, legenda Arsenal, Robert Pires sudah lebih dulu melakukannnya.
Pada laga Liga Champions musim 1999/00, Pires yang masih berseragam Marseille mencetak gol tendangan roket tersebut ke gawang Chelsea di menit ke-16. Bedanya, Pires menciptakan gol tersebut tanpa diawali dengan goyangan latin melewati pemain seperti Cuadrado.
Kesamaan lainnya adalah gol roket Cuadrado dan Pires berhasil mengantarkan tim masing-masing menang tipis 1-0 atas lawannya (Cuadrado vs Lyon) dan (Pires vs Chelsea).
Berikut Gol Tendangan Roket Juan Cuadrado (2016) dan Robert Pires (2000):