Pemain yang akrab disapa Okto itu memang menjadi satu-satunya pemain Arema Cronus yang bakal pulang kampung saat ini. Menjadi satu-satunya pemain asal Papua, tak menjadikan hal itu sebagai beban.
Bahkan sebaliknya, Okto mengaku justru termotivasi untuk menampilkan permainan terbaiknya di hadapan publik Jayapura, yang merupakan tanah kelahiran pemain berusia 26 tahun itu.
"Tentu saja senang bermain di hadapan publik Papua, tanah kelahiran saya," tutur pemain yang hijrah dari Persiba Balikpapan pada paruh kedua TSC tersebut.
"Tidak masalah bagi saya, karena sudah biasa menghadapi tekanan seperti ini. Sebelumnya sudah di Persiba Balikpapan dan Sriwijaya FC," imbuhnya.

Jiwa petualang memang membuat Okto tak bisa menetap lebih lama di suatu klub. Bahkan, sepanjang delapan tahun karirnya sebagai pemain sepakbola profesional, Okto hanya sempat membela dua klub asal Papua, yakni Persidafon Dafonsoro pada paruh musim 2009 dan Persiram Raja Ampat tahun 2012 silam.
Sedangkan tanggapannya terkait kekuatan lawannya, Okto menilai Persipura tetap kuat meski saat menghadapi Arema, mereka kehilangan Boaz Solossa yang mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Yogyakarta sejak Kamis, 20 Oktober kemarin.
"Semua pemain mereka berbahaya. Kami tidak boleh lengah sedikit pun menghadapi tim sekuat Persipura walau pun tidak ada Boaz," ulasnya.
Arema akan berhadapan dengan Persipura Jayapura pada hari Senin (24/10/16) besok. Pertandingan diprediksi akan berjalan seru, mengingat keduanya berada di posisi kedua dan ketiga.