Kejadian berawal dari laga Valencia dengan Barcelona di pekan sembilan La Liga Spanyol, yang berakhir dengan keunggulan 3-2 Valencia di Estadio Mestalla. Kala itu gol penentu kemenangan diciptakan oleh gol penalti Lionel Messi di menit 90+4, dan para pemain Barcelona merayakan gol tersebut.
Keributan yang terjadi antara fans Valencia dengan pemain Barcelona.Momen pun terjadi kala fans Valencia menimpuk para pemain Barcelona dengan botol, hingga mengenai kepala Neymar. Tindakan tidak terhormat yang dilakukan fans. Meski begitu ada juga pihak yang menyalahkan Barcelona, karena mereka dianggap melakukan selebrasi berlebihan dan memprovokasi fans Valencia.
Tebas dan komite itu pun merupakan salah satu pihak yang mengkritik sikap pemain Barcelona, dan menyalahkan perilaku tim besutan Luis Enrique itu. Bahkan, mereka mengkritik reaksi 'berlebihan' pemain Barcelona lainnya yang tidak terkena lemparan botol, namun pura-pura kesakitan.
Merasa tidak mendapat perlakuan adil dari Presiden La Liga – yang seharusnya bersikap adil dan obyektif dalam memberi penilaian, Barcelona pun coba mengajukan gugatan kepada CAS atau Arbitrase Olahraga Dunia, atau tempat pemain, pelatih, insan olahraga mengadukan gugatan karena mendapat perlakukan tidak adil.
Josep Maria Bartomeu (kanan) siap mengadukan Javier Tebas (kiri) ke CAS.“Deklarasi yang dibuat oleh Tebas tidak bertanggung jawab dan tidak sepadan dengan jabatannya sebagai eksekutif olahraga. Klub akan mengadukannya ke CAS agar mereka bisa melakukan penilaian, dan jika ditemukan hal yang bersalah, tindakan yang diperlukan akan diputuskan,” papar Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu di Marca.
“Komite juga tidak ada di sana untuk membuat penilaian, tapi lebih untuk mengambil alih aksi kedisiplinan atau tidak, yang dimaksudkan untuk menjadikannya contoh insiden yang dapat terjadi selama pertandingan. Klub membawa semua ini ke CAS, karena kami ingin melihat apakah mereka melanggar aturan hingga dapat dihukum dengan benar,” tuturnya.
Perang dingin antara Barcelona dengan Tebas ini pun disinyalir tidak lepas dari unsur politik kemerdekaan Catalonia. Pasalnya isu itu sudah lama bergulir, di mana Catalonia ingin memisahkan diri dari Spanyol, karena tindakan tidak adil yang mereka terima.
Perang ini pun kian parah jika melihat Tebas sebagai fans sejati rival bebuyutan Barcelona, Real Madrid.