Torabika Soccer Championship 2016

Protes Berlebihan, Pelatih Persela Dihukum Saat Lawan PS TNI

Minggu, 30 Oktober 2016 07:11 WIB
Editor: Ramadhan
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Pelatih Aji Santoso meladeni pertanyaan wartawan saat tiba di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Selasa (16/06/15). Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Pelatih Aji Santoso meladeni pertanyaan wartawan saat tiba di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Selasa (16/06/15).

Perjuangan Persela untuk segera bangkit dari dasar klasemen cukup berat. Pasalnya, Dendy Sulistiawan dkk harus berjuang sendiri di lapangan, tanpa adanya sosok Aji Santoso yang kerap memberi instruksi dari depan bangku cadangan.

Sang pelatih memang sudah dipastikan tidak akan tampak lagi di pinggir lapangan, kala Persela ditantang PS TNI di pekan ke-26 TSC 2016 yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (30/10/16) sore ini.

“Sangat saya sayangkan. Tapi saya akan datang dan memberikan instruksi dari tribun,” ungkap pelatih Persela tersebut.

Sanksi larangan mendampingi tim dari bench memang tak lepas dari pelanggaran kode disiplin bagi setiap anggota kompetisi TSC. Hal itu karena memprotes wasit secara berlebihan, Aji juga dikenai sanksi denda hingga Rp10 juta.

Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso di sesi konferensi pers.

Protes yang dilakukan Aji Santoso memang masih tergolong wajar. Namun, situasi ketertinggalan skor yang dialami Perseru Serui menaikkan tensi laga sehingga memancing amarah eks pembesut Persema Malang tersebut.

Aji tak setuju dengan kebijakan wasit, Wendy Umar Senoaji yang tiba-tiba memberikan hadiah penalti di menit ke-54. Gara-gara itu, potensi 3 poin Persela akhirnya buyar pasca unggul lebih dulu melalui gol Paulo Rodrigues Lima di menit ke-21.

Para pemain Persela Lamongan tertunduk lesu usai pertandingan.

“Saya hanya mengatakan wasit tidak adil, tidak fair. Kalau tidak ada penyebabnya, buat apa juga protes,” lanjut Aji Santoso terkait penjatuhan sanksinya.

“Tapi, saya harus menerimanya. Meski saya sesalkan sikap wasit yang tidak adil, karena (pelanggaran penalti) itu tidak sesuai dengan kejadian sesungguhnya,” pungkasnya.

97