Seperti halnya Persela Lamongan, pihak Arema Cronus juga mengeluhkan kinerja Wasit Mochamad Adung yang sangat merugikan sepanjang memimpin jalannya pertandingan.
Pelatih Arema, Milomir Seslija menyebut wasit di Indonesia terlalu gampang mencabut kartu kuning tanpa peringatan terlebih dahulu sehingga merugikan timnya.
Milomir lalu mencontohkan keputusan pengadil lapangan hijau asal Jakarta Barat itu yang merugikan timnya. Dua kartu kuning yang diberikan kepada Esteban Vizcarra di menit ke-42 dan Goran Gancev di menit ke-73 dianggap terlalu mudah.
“Wasit terlalu gampang mencabut kartu kuning tanpa peringatan. Seharusnya ada peringatan 2 atau 3 kali lebih dulu terhadap pelanggaran atau protes yang ringan,” kata pelatih Arema Cronus di ruang konferensi pers Stadion Kanjuruhan, Malang.

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija saat berbicara di konferensi pers usai laga melawan Persela Lamongan di pekan ke-27 TSC 2016.
Kerugian tersebut menyebabkan tim berlogo kepala singa itu tak bisa diperkuat keduanya saat giliran bertandang ke markas Perseru Serui, 13 November mendatang. Esteban Vizcarra mencatat akumulasi 3 kartu kuning, sementara Goran Gancev sudah mengoleksi kartu kuning ke-7.
“Esteban melakukan pelanggaran, dan Goran hanya melakukan protes kecil kepada wasit. Begitu mudahnya (mencabut kartu kuning),” beber Milo.
“Memimpin pertandingan di Malang saja seperti ini. Bagaimana kalau dia memimpin di Papua (markas Persipura Jayapura dan Perseru Serui). Pasti itu akan merusak bagusnya pertandingan di sana,” tambahnya.
Momen saat Arema Cronus menghadapi Persela Lamongan di pentas TSC 2016.
Di sisi lain, kemenangan ini sangat disyukuri, mengingat posisi Arema Cronus kini kembali memuncaki klasemen TSC 2016. Meski sama-sama mengoleksi 52 poin dengan Madura United, namun Hamka Hamzah dkk berhak berada di puncak lantaran unggul secara head to head dengan MU.
“Pemain sudah kerja keras untuk kemenangan ini. Semua pujian layak untuk mereka. Terima kasih untuk suporter dan semuanya,” pungkasnya.