Cristiano Ronaldo merupakan salah satu pesepakbola terhebat yang masih aktif pada saat ini. Sebelum menjadi megabintang Real Madrid, penyerang asal Portugal tersebut memoles kemampuannya di bawah arahan pelatih legendaris asal Skotlandia, Sir Alex Ferguson.
Dengan arahan dari Sir Alex, Ronaldo berkembang dari seorang pemuda tanpa nama asal Madeira menjadi salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada. Bahkan dalam sebuah wawancara, top skor sepanjang masa Liga Champions tersebut menyebut mantan pelatih United tersebut sebagai ayahnya dalam hal sepakbola.

Alex Ferguson merupakan sosok penting dalam perjalanan karier Ronaldo
Semasa membela The Red Devils, tentu saja Ronaldo belum sempurna seperti kala bermain untuk Madrid. Demi mengembangkan kemampuan peraih tiga gelar Ballon d'Or tersebut, Sir Alex bahkan tega untuk menyuruh rekan-rekan setim Ronaldo untuk berbuat kasar kepadanya selama sesi latihan.
"Dua atau tiga tahun pertama merupakan masa yang berat bagi Ronaldo, saat pelatih sedang berusaha membentuknya menjadi sosok pemain tangguh," ujar Darren Fletcher dikutip dari Manchester Evening News.
"Dia terlalu lama menguasai bola. Ronaldo selalu sibuk berusaha mengalahkan dua atau tiga pemain dan lupa untuk mengirim umpan silang," lanjut kapten West Bromwich Albion tersebut.

Para pemain Manchester United diminta berbuat kasar kepada Ronaldo saat latihan
"Dia baru menyadari kesalahannya setelah pelatih meminta kami untuk menendangnya setiap kali Ronaldo menguasai bola. Memang kasar, tapi hanya itu cara untuk memberitahunya bahwa perilaku egoisnya tidak akan membantu tim."
Meski dikasari sedemikian rupa demi pembelajaran, Ronaldo tentu memiliki hutang kepada Sir Alex Ferguson. Tanpa didikan keras darinya, bukan tidak mungkin Ronaldo bisa meraih kesuksesan seperti saat ini.