Pemain Persija Jakarta, Maman Abdurahman, mengungkapkan rasa empatinya kepada keluarga korban Harun Al Rasyid Lestaluhu. Ia menyatakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk pihak-pihak terkait.
Selain itu, mantan pemain Persib Bandung tersebut juga menegaskan penolakannya terhadap momen-momen negatif yang masih berkaitan dengan dunia sepakbola. Menurutnya, sepakbola itu seharusnya jadi pemersatu bangsa.
“Saya menyesalkan kejadian yang menyebabkan adanya korban jiwa,” kata Maman kepada INDOSPORT.

Maman Abdurahman menyampaikan belasungkawa kepada Jakmania.
“Buat saya, sepakbola itu hiburan untuk rakyat, dan menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan persatuan bangsa ini, sebenarnya. Bukannya ajang saling bunuh atau berperang,” tegasnya.
Senada dengan Maman, pelatih Persija Muhammad Zein Alhadad juga ikut berkabung. Ia memberi dukungan mental kepada keluarga korban untuk menghadapi suasana duka ini.

Muhammad Zein Al Hadad menyampaikan belasungkawa terhadap ke The Jakmania.
“Semoga kejadian ini yang terakhir dan kami mengucapkan turut berduka cita, semoga arwahnya husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman, amin,” kata pelatih yang akrab disapa Mamak itu.
Seperti diketahui, Jakmania tengah dirundung kesedihan karena seorang anggotanya asal Kalimalang, Harun Al Rasyid Lestaluhu, tewas di Tol Palimanan km 188, setelah mendapat pengeroyokan brutal dari warga sekitar, Minggu (06/11/16).
Harun, yang akrab disapa Bang Ambon, saat itu sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta, setelah menonton laga antara Persija melawan Persib di Stadion Manahan Solo, Sabtu (05/11/16).