Pemantapan posisi ini dilakukan bukan semata-mata karena Laskar Wong Kito tak bisa memainkan Fachrudin yang masih berjuang membela Timnas Indonesia.
Tetapi, karena memang mantan pemain Persib Bandung itu dinilai lebih cocok bermain di posisi center back ketimbang gelandang bertahan.
"Jufrianto bermain cukup baik kalau di posisi center back, ke depan dia akan bermain di sana," kata Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro pada Jumat (11/11/16).
Jajaran pelatih melihat performa pemain berusia 29 tahun ini saat melawan Semen Padang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, (04/11/16).
Pemain yang kerap disapa Jupe ini dinilai bermain cukup lugas, bahkan menjelma menjadi palang pintu terakhir Laskar Wong Kito. Pertahanan yang dibangun Jupe terbilang kokoh sehingga sulit ditembus tim berjuluk Kabau Sirah kala itu.
Di posisi center back, SFC memang masih menyisakan Mauricio Leal. Center back Ngurah Nanak, di laga sebelumnya lawan Semen Padang terkena kartu merah sehingga harus menepi.
Pelatih kembali menduetkan Mauricio dengan Jupe, apalagi di posisi gelandang bertahan Yu Hyun Koo sudah bisa turun pasca menjalani larangan bermain karena akumulasi kartu.
"Kalau memang benar-benar di butuhkan di posisi gelandang bertahan baru akan kita tempatkan disana," jelasnya.
Sementara itu Manajer SFC Nasrun Umar memberikan kebebasan sepenuhnya pada Widodo untuk meracik tim besutannya.
“Kita mendukung kalau Jupe bermain di posisi center back lagi, pelatih paling tahu pastinya," ucapnya.