Nathalie terpilih karena General Assembly LFP menolak Raymond Domenech untuk menduduki kursi nomor satu LFP itu. Tak pelak Nathalie kini mendobrak sejarah, sekaligus membuka lembaran baru sebagai wanita yang terpilih untuk kali pertamanya sebagai Presiden LFP.
Jabatan itu mempertegas kualitas Nathalie yang sudah terlebih dahulu menjajaki dunia sepakbola, sejak pertama bergabung dengan direksi LFP pada Juli 2013. Nathalie pun tidak percaya dapat menduduki posisi Presiden LFP.
“Jujur, tidak (tidak percaya menjadi Presiden LFP). Saya tidak berpikir terpilih hari ini, gabungan situasi saat ini yang mengarahkan kepada pemilihan saya. Terima kasih, ini karena Raymond Domenech, yang mundur sebagai kandidat,” ucap Nathalie, seperti dilansir Lequipe.

Nathalie Boy de la Tour jadi Presiden wanita pertama di LFP.
Sempat diragukan dapat memimpin LFP dengan pengetahuannya yang minim akan sepakbola, Nathalie pun menegaskan bahwa ia mengenal baik kultur bermain sepakbola amatir dan profesional.
“Pasca menjalani karier konsultan, saya menciptakan eksibisi Galaxy Foot. Setelahnya saya didekati oleh Federasi Sepakbola Prancis (FFF), untuk mengambil alih pondasi sepakbola, di mana saya terpilih sebagai Sekretaris Jenderal,” imbuh Nathalie.
“Lebih lanjut, saya juga telah menjadi anggota direksi selama tiga tahun, jadi, saya tahu baik sepakbola amatir dan 'masyarakat' dalam sepakbola profesional," urainya.