Sambil menyusuri jalan, ratusan Pasoepati menyerukan agar kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang baru bisa mengambil langkah bijak, termasuk memutihkan sejumlah tim untuk menjadi bagian dari PSSI.
Selain membawa atribut serba warna merah, mereka juga membentangkan spanduk nada kecaman. Yang jelas, aksi tersebut digelar untuk mendukung Persebaya.
“Ini murni keinginan teman-teman Pasoepati, bukan atas perintah dari DPP Pasoepati. Inilah cara kita menyampaikan aspirasi kami, kami meminta PSSI bisa bijak,” jelas koordinator aksi, Agus Warshop kepada INDOSPORT disela kegiatan.

Agus juga menyayangkan adanya sistem instan di tubuh PSSI. Sehingga, hal ini berdampak pada tim kloningan yang akhirnya bisa dengan mudah menjadi bagian dari PSSI.
“Sangat disayangkan, tim yang tak diakui itu merupakan tim yang sangat bersejarah, mereka berjuang dari nol, malah tidak ditempatkan sebagaimana mestinya. Malahan, tim kloningan malah mendapatkan pengakuan,” katanya.

Aksi solidaritas Pasoepati terhadap Persebaya Surabaya di Car Free Day Solo, Minggu (13/11/16) pagi WIB.
Bahkan, sebagai aksi simpatik, ia mengaku sudah ada perwakilan dari Pasoepati datang dan ikut bergabung bersama Bonex di Surabaya.