Persebaya Siap Laporkan Gede Widiade ke Polda Jatim

Senin, 14 November 2016 22:01 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor: Arief Rahman Hakim
© Herry Ibrahim/Indosport
Persebaya Surabaya siap perkarakan Gede Widiade ke ranah hukum. Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Persebaya Surabaya siap perkarakan Gede Widiade ke ranah hukum.

Pada perhelatan Kongres PSSI 2016 di Hotel Mercure Ancol, Kamis (10/11/16) kemarin, Gede Widiade duduk di kursi milik Persebaya. Ia juga tercatat sebagai wakil sekaligus voters dari klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Padahal telah diketahui jika hak atas Persebaya dipegang oleh PT Persebaya Indonesia (PI).

"Dia dapat surat mandat dari siapa? Itu yang kami pertanyakan. Ini masih konsultasi dengan penasehat hukum kami. Nama yang tertera di FIFA kan masih Persebaya Surabaya. Di meja voters klub ISL juga Persebaya Surabaya. Oleh sebab itu, dia dapat mandat dari siapa?" tanya Manajer Persebaya, Moch. Choesnoel Faried.

Saat ini, manajemen Persebaya tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat Gede. Tim kebanggaan publik Kota Pahlawan tersebut siap pidanakan pengusaha asal Wonokromo itu.

"Manajemen masih menyiapkan bukti-bukti untuk melapor ke Polda Jawa Timur," ucap Faried.


Gede Widiade siap dilaporkan Persebaya Surabaya ke Polda Jatim.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada rapat akbar Bonek di Lapangan Persebaya Jalan Karang Gayam, Minggu (13/11/16) kemarin, salah satu keputusannya adalah agar manajemen melaporkan secara hukum Gede Widiade.

Bonek menilai mantan CEO Persebaya 1927 itu telah mencederai harapan publik Kota Surabaya yang rindu mendukung timnya berlaga di kompetisi tertinggi Indonesia.

Namun, meski disibukkan dengan upaya pengumpulan bukti untuk menjerat Gede, manajemen Persebaya juga berharap bisa bertemu Ketua Umum PSSI terpilih, Edy Rahmayadi.

Mereka berharap Edy bersedia menemui Persebaya dalam waktu dekat. Langkah ini ditempuh karena tim yang bermarkas di Karang Gayam itu tak mau terjegal lagi seperti kejadian di Kongres PSSI kemarin.


Persebaya Surabaya juga ingin bertemu Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

Jika dapat bertemu dengan pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad itu, maka Persebaya akan menjelaskan akar masalahnya. Ada tujuan khusus mengapa Persebaya ingin bertemu Edy secara langsung. Yakni upaya pemulihan status dan hak Persebaya mendapat titik terang.

"Kami sangat ingin bertemu Ketua Umum PSSI, Pak Edy Rahmayadi. Kenapa kami ingin bertemu Ketua Umum? Karena kami ingin menjelaskan semuanya tentang duduk persoalannya," jelas Faried.

"Kalau bertemu orang lain, malah nanti tidak jelas lagi. Podo ae (sama saja) hasilnya. Bukankah lebih baik jika kami bertemu Pak Edy secara langsung untuk menjelaskan semuanya," tutupnya.

79