Persipura tak mau melepas Pahabol karena membutuhkan tenaganya dalam mengarungi Torabika Soccer Championship (TSC), di mana Persipura saat ini bersaing merebutkan titel juara. Selain itu, Persipura juga sudah memberikan penyerang terbaik mereka, Boaz Solossa ke Timnas.
Persipura juga kesal dengan Timnas, karena sebelumnya memanggil Dominggus Fakdawer, namun Riedl tak pernah memainkannya sama sekali. Riedl pun mengaku kecewa dengan sikap Persipura yang keberatan melepas Pahabol, dan berharap Persipura dihukum, seperti halnya Semen Padang yang tidak ingin melepas Jandia Eka Putra.
Tim besutan Alfredo Vera pun tidak terima dikritik oleh pria Austria berusia 67 tahun itu, dan balik menyerang dengan menyindir PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) serta TSC, yang terus berjalan, meski Timnas akan berjuang di Piala AFF 2016.
Dear Mr Riedl,
— PERSIPURA (@PERSIPURA_) November 17, 2016
"Masyarakat Indonesia lebih sedih karena Liga Kopi tetap berjalan disaat TIMNAS berjuang mengharumkan nama bangsa"
“Dear Mr Riedl, Masyrakat Indonesia lebih sedih karena Liga Kopi tetap berjalan di saat Timnas berjuang mengharumkan nama bangsa,” ucap Twitter @PERSIPURA_
“Perlu adanya gerakan sejuta Botol Aqua untuk PSSI #PSSIButuhAqua,” lanjut kicauan tersebut.
Perlu adanya gerakan sejuta Botol Aqua untuk PSSI #PSSIButuhAqua
— PERSIPURA (@PERSIPURA_) November 17, 2016
Alhasil, Timnas tak jadi menyertakan Pahabol ke dalam skuat dan memanggil bomber PSM Makassar, Muchlis Hadi Ning, sebagai penggantinya.