Torabika Soccer Championship 2016

Taruhan Nyawa Tiap Kali ke Serui, SFC Minta Perseru Diverifikasi Ulang

Rabu, 23 November 2016 08:17 WIB
Kontributor: Muhammad Effendi | Editor: Arief Rahman Hakim
© indonesiansc
Tiap tim lawan melakoni perjalanan yang menyulitkan kala bertolak menuju Stadio Marora, markas Perseru Serui. Copyright: © indonesiansc
Tiap tim lawan melakoni perjalanan yang menyulitkan kala bertolak menuju Stadio Marora, markas Perseru Serui.

Nyawa jajaran pelatih, pemain dan ofisial Sriwijaya FC nyaris melayang di laut Serui karena kapal yang ditumpangi diterjang ombak saat hendak menuju Biak, untuk kemudian menuju Palembang.

Pemain SFC sempat terombang ambling di laut hingga akhirnya terdampar di pulau kecil tanpa penghuni.


Sriwijaya FC bertaruh nyawa tiap kali melakoni perjalanan menuju Serui.
 

Melihat nasib nahas itu, manajemen SFC langsung bereaksi keras. Manajemen cukup berang dengan peristiwa yang menimpa Supardi dan kawan-kawan.

‎Sekretaris Tim SFC, Achmad Haris, berharap adanya verifikasi yang jelas kepada Perseru, jika mereka kembali terlibat di kompetisi tahun depan.

PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) atau operator pertandingan harus melakukan verifikasi lebih jeli lagi.‎ Tak hanya melihat lapangan saja, tapi bagaimana jarak tempuh tim tamu menuju lokasi pertandingan, keamanan pemain selama perjalanan, dan biaya yang harus dikeluarkan.


Sekretaris Tim SFC, Achmad Haris, ingin markas Perseru Serui ditinjau kembali tahun depan.
 

"‎Jadi main di Serui harus ditinjau ulang. Perseru bisa tetap ikut kompetisi, tapi kandangnya bisa di Biak atau Stadion Mandala. Karena sangat melelahkan (perjalanan ke Serui), belum lagi peristiwa kemarin mengancam nyawa pemain. Bukan saja SFC yang terombang-ambing di laut, Arema kemarin juga kewalahan ke sana," jelas Haris.

Operator pertandingan selayaknya dapat mencari tempat pertandingan yang lebih aman. Melihat dari semua aspek yang mungkin lebih dianggap fair atau adil bagi tim tamu ataupun tuan rumah. 

"Harusnya cari alternatif lain tempat bertanding yang masuk akal. Kemarin kita sudah tahu perjalanan ini tak masuk akal, tapi kita sudah komitmen jadi bela-belain mau ke sana," tuturnya.

Jajaran manajemen dan pelatih sebelumnya, tahu betul bila perjalanan menuju Serui tidak masuk akal.  

“Itu tak masuk akal, tapi kita tetap berangkat karena bentuk komitmen SFC,” ucapnya.

1.1K