Gendut Doni, Striker 'Liar' yang Menjadi Pahlawan Skuat Garuda
Piala Kemerdekaan merupakan turnamen yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1985. Turnamen yang digelar untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia itu jadi turnamen internasional yang banyak diikuti tim-tim top dunia.
Namun, turnamen tersebut sempat vakum selama 6 tahun. Sebelumnya, tahun 1994 menjadi gelaran terakhir Piala Kemerdekaan sebelum aktif kembali pada tahun 2000. Di tahun ini pulalah, nama Gendut Doni mencuat menjadi penyerang tajam Indonesia.
Gendut Doni yang memulai karier di Timnas langsung mencetak dua gol di pertandingan pertama Piala Kemerdekaan melawan Myanmar. Gendut mencetak gol pembuka dan penutup dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 4-1.
Di pertandingan kedua dan ketiga Gendut tak mencetak gol. Namun, Indonesia lolos ke final dan menantang Irak yang saat itu menjadi salah satu tim terbaik di benua Asia. Indonesia yang sempat bertemu Irak di laga sebelumnya, cukup pesimistis bisa memenangkan pertandingan.
Akan tetapi, anak asuh Nandar Iskandar itu main ‘gila’ dengan memperagakan permainan menyerang. Gol pertama Indonesia dicetak oleh Aji Santos pada menit ke-54, lalu disusul gol kedua oleh Bima Sakti di menit 58. Untuk memastikan kemenenangan, Gendut mencetak gol pada menit 63.
Menariknya, gol Gendut dinilai cukup berbahaya. Umpan silang dari sisi kanan, terlalu rendah. Bola yang seharunya bisa disentuh dengan ujung sepatu khas Filippo Inzaghi, malah disundul oleh Gendut. Penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, bersorak kegirangan menyambut gol Gendut.
Sang pemain pun melakukan selebrasi khasnya, yakni berlari sembil mengepalkan tangan. Gol tersebut pun memastikan Indonesia juara Piala Kemerdekaan, setelah terakhir kali juara pada tahun 1987.