HUT 88 Tahun Persija

Legenda Persija Ini Bercerita tentang Kesetiaannya di Macan Kemayoran

Minggu, 27 November 2016 18:31 WIB
Editor:
 Copyright:

Pemain yang membela Persija pada tahun 1985-1995 menuturkan bahwa masa lalu menjadi pemain Persija begitu berat. Pasalnya, pemilihan pemain tidak main-main. Bahkan untuk bisa masuk ke tim utama Persija butuh perjuangan berat.

“Perjuangan dulu lebih berat dibanding sekarang. Dulu kita masuk Persija dari klub-klub internal, jadi kita siap 100 persen main untuk Persija,” ujar Daniel Siley saat ditemui INDOSPORT di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Daniel Siley juga mengungkapkan bahwa saat itu, menjadi pemain Persija tidak memikirkan gaji. Selain karena sudah berstatus pegawai karena memang berkompetisi Perserikatan yang amati, Daniel juga bermain dengan hati untuk Persija.

“Kita dulu tidak mikirin duit, kita setia dan hanya mikir bagaimana caranya Persija menang di setiap pertandingan,” lanjut Daniel yang kini sibuk melatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Maesa.

Tim Persija Jakarta tahun 1987. Daniel Siley (kedua dari kanan) menjadi pemain andalan Macan Kemayoran.

Daniel juga bercerita bagaimana ia dan rekan-rekan setim di Persija merasakan pertandingan final tahun 1988. Saat itu Persija takluk dari Persebaya dengan skor 2-3. "Padahal kita tidak pernah kalah di penyisihan, baru kalah di final. Kita benar-benar tak beruntung," cerita Daniel.

Menyambut ulang tahun Persija, Daniel pun berharap Persija bisa kembali Berjaya. Apalagi sudah lama Persija tidak lagi menghadirkan kembali gelar juara ke Jakarta. Persija terakhir juara pada tahun 2001, dan hingga kini Macan Kemyoran belum lagi merengkuh gelar tertinggi di Indonesia.

“Sebagai mantan pemain Persija, saya tentu berharap Persija kembali berjaya dan juara. Apalagi saat ini fasilitas sudah bagus dibanding masa saya dulu,” tandasnya.

296