Tangisan Maradona untuk Sang 'Ayah Kedua' Fidel Castro

Minggu, 27 November 2016 10:19 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Maradona bahkan mengungkapkan bahwa mendengar kabar kematian Casto rasanya seperti terkena pukulan smash keras dari petenis Juan Martin del Potro, yang mengena tepat di dada, karena kebetulan Maradona mendengar kabar tersebut saat sedang menonton final Piala Davis.

"Saya menangis tak terkendali," kata Maradona. "Setelah wafatnya ayah saya, ini adalah kesedihan terdalam yang saya alami,” ucap Maradona.

Dua tokoh kontroversial ini terkenal dekat. Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 1987, setahun setelah Maradona membantu Argentina memenangkan Piala Dunia di Meksiko, dan empat tahun sebelum jatuhnya Uni Soviet.

Maradona sempat menghabiskan waktu empat tahun di Havana Kuba saat lakukan rehabilitasi dari kecanduan obat. Kuba memiliki aturan yang sangat tegas bagi kepemilikan narkoba. Kuba memiliki banyak dokter yang siap membantu pasien kebergantungan pada narkoba.

"Dia membuka pintu Kuba untuk saya ketika klinik di Argentina yang menutup pintu mereka untuk saya karena tak ingin lihat Maradona mati di tangan mereka," kata Maradona.


Diego Maradona hadiahi Fidel Castro jersey benomor punggung 10 miliknya yang ia gunakan saat juarai Piala Dunia 1986.

Di masa itu, kedua tokoh ini sering terlihat asyik berdua, berbicara tentang politik, olahraga atau tentang proses pemulihan Maradona dari candu.

Pada tahun 2005, Maradona sempat mewawancarai Castro di acara TV Argentina, dan meminta Castro komentari George W. Bush yang kembali terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

Penipu. Dia (Bush) adalah mafia, teroris dari Miami,” ucap Castro kala itu.

Tahun lalu, Maradona, bahkan men-tato wajah Castro tato di betisnya. Ia tunjukkan tatonya depan wartawan sambil melambaikan surat dari Castro, seraya membantah bahwa sang revolusioner telah wafat.

26 November kemarin, kabar kematian Castro benar terjadi tepat di usianya yang ke-90. Maradona berencana segera terbang ke Havana untuk ikut dalam dalam upacara penghormatan. 

256