Torabika Soccer Championship 2016

Terancam Akumulasi Kartu, Arema Ogah Main Santai di Bali

Kamis, 1 Desember 2016 16:04 WIB
Editor: Joko Sedayu
 Copyright:

Menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (01/12/16), Arema Cronus memastikan untuk bermain lebih fight dengan mengusung karakter khas mereka, melalui permainan ngotot dan keras dalam memburu kemenangan.

Hal itu ditegaskan Milo, yang sekaligus menepis anggapan timnya akan bermain santai. "Tidak ada kata santai bagi saya. Kami akan tetap fight menghadapi setiap lawan," ungkap Pelatih Arema Cronus tersebut.

Indikasi bermain santai itu tak lepas dari ancaman besar terhadap bertambahnya koleksi kartu kuning untuk pemain bertahan. Maka dari itu, Arema pun diprediksi akan bermain hati-hati dan menghindari setiap kontak fisik yang bisa berujung dengan kartu kuning.

"Kami punya 25 pemain, dan semuanya tidak ada yang aman dengan ancaman akumulasi kartu. Itu sudah jadi risiko dan kami sudah mengalaminya di setiap pertandingan penting sekali pun," imbuh Milo.
 


Milomir Seslija menginstruksikan pemainnya untuk tampil lepas saat melawan Bali United.

Saat ini, sang kapten Hamka Hamzah sudah mengantongi 4 kartu kuning dan terancam absen di laga penting kontra Sriwijaya FC atau Pusamania Borneo FC, jika kembali diganjar satu kartu kuning.

Hal serupa juga dialami Esteban Vizcarra, Cristian Gonzales, maupun Nicholas Kalmar yang berturut-turut mengoleksi 4 dan 2 kartu kuning.

Sedangkan saat melawan Bali United, tim berlogo kepala singa sudah harus kehilangan Syaiful Indra Cahya yang terjerat sanksi akumulasi 5 kartu kuning, meski di saat bersamaan Goran Gancev kembali merumput usai sakit demam.

"Goran kembali, tapi Syaiful absen. Bagaimana pun situasinya, kami harus menghadapinya di setiap pekan," Milo menerangkan.

Meski demikian, Milo tetap menyatakan bahwa timnya saat ini tengah dalam motivasi tinggi untuk menyapu bersih semua potensi poin di sisa empat pekan TSC untuk merebut juara di akhir musim.

"Pemain menjadi yang utama. Mereka yang akan menentukan sendiri tentang visi tim di lapangan. Mereka sudah memberikan apa yang bisa dilakukan secara maksimal sejauh ini," pungkasnya.