Salah satu yang kecewa tak kebagian tiket adalah Sabar. Pria yang berasal dari Jambi ini sampai harus datang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang dan berharap mendapatkan tiket semifinal Piala AFF.
“Saya dari Jambi jauh-jauh cuma ingin menonton Timnas Indonesia. Saya naik pesawat ke Jakarta tapi tak mendapat tiket. Masa tiket Rp100 ribu dijual Rp300 ribu. Sangat tidak adil,” ujar Sabar kepada saat ditemui oleh INDOSPORT di GBK.
Sayangnya, disaat para pendukung kebingungan mencari tiket, para calo pun mulai berkeliaran. Bahkan para calo secara terang-terangan menawarkan tiket kepada calon penonton yang tak kebagian tiket.
Harganya pun beragam. Untuk tiket offline secara resmi dijual sebesar Rp100 ribu, namun di tangan calo harganya bisa melambung dua kali lipat.
Salah satu calo yang tertangkap tangan adalah Wahyudi. Pria asal Cengkareng, Jakarta itu mengaku secara terang-terangan bahwa mencalokan tiket adalah pekerjaan utama.
“Saya bayar orang untuk antri. Satu orang saya bayar Rp100 ribu per empat tiket untuk belik 16 tiket. Ini pekerjaan saya, meski sering ditangkap saya tetap akan jualan. Ini bukan kriminalitas kok,” ujar Wahyudi.
Wahyudi juga mengaku bahwa ini merupakan kesempatan untuk bisa mendulang untung. Pasalnya, hasil keuntungan dari pertandingan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya selain berdagang.
“Ini momentum bagus dan pekerjaan saya di sini. Kalau tidak ada event, saya punya usaha dagang di rumah,” tandasnya.