Hujan yang mengguyur Kota Bengawan sejak sore hari, tak menyurutkan semangat mereka untuk datang ke Balaikota. Kegiatan yang diadakan oleh Pasoepati dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ini disediakan dua buah layar lebar.
Meski hanya sekedar nonbar, namun euforianya seperti menyaksikan pertandingan langsung di stadion. Dukungan tak hanya teriakan-teriakan saja tapi suporter juga menyalakan cerawat untuk menambah meriah suasana nobar. Mereka menyalakan cerawat (flare) usai pertandingan.

Salah satu buktinya, saat wasit memberikan penalti kepada Vietnam yang berbuah hasi imbang. “Kok iso penalti piye? Wasite ora jelas. (kok bisa penalti gimana? Wasitnya tidak jelas),” teriak salah seorang penonton.
Wakil Presiden Pasoepati Ginda Feractriawan yang juga ikut menyaksikan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu obat kekecewaan teman-teman suporter, khususnya Pasoepati yang gagal mendapatkan tiket masuk pertandingan.

Cerawat menyala di acara nonton bareng Timnas Indonesia melawan Vietnam.
Padahal, menurut Ginda sudah banyak anggota Pasoepati yang sudah sampai ke Bogor dan harus kembali pulang, karena tidak mendapatkan kejelasan soal tiket. “Nobar ini jadi obat kekecewaan pendukung,” tandasnya.