Lewat Game, Rekan Setim Erick Bailly Galang Nasionalisme Indonesia

Senin, 5 Desember 2016 12:09 WIB
Editor: Herry Ibrahim
© Lanjar Wiratri/INDOSPORT
Arthur Irawan. Copyright: © Lanjar Wiratri/INDOSPORT
Arthur Irawan.

Pesepakbola Indonesia, Arthur Irawan, menjadi founder ASTARK, aplikasi game yang dirancang untuk menghubungkan penggemar sepakbola di Tanah Air dengan pemain favorit mereka. Pemain yang pernah menimba ilmu bersama Espanyol B pada 2011-2013 yang lalu itu mencetuskan ide sebuah game yang terinspirasi game populer dunia, Football Manager.
 

Arthur Irawan (kanan) saat acara launching ASTARK game.

"Pasti konsep ASTARK itu bola dan sport game lain. Saya sebagai brand ambassador-nya ASTARK. Sangat bangga karena kita mempromosikan pemain lokal kita dan kita akan terus bantu promosikan pemain kita," ujar Arthur Irawan.

Arthur yang tengah cedera setelah terakhir kali membela klub Belgia, Waasland-Beveren tersebut memang tengah vakum dari dunia sepak bola. Pemain yang juga pernah menjadi rekan setim bintang Manchester United, Erick Bailly saat di Espanyol itu tetap bersemangat mengobarkan nasionalisme terhadap sepakbola Indonesia melalui game ASTARK.
 

Arthur Irawan (tengah) bersama Bambang Pamungkas (kanan) pada acara launching ASTARK game.

"Kita sempat kena banned 2 tahun dan sekarang dunia sepakbola kita sedang bangkit makanya kehadiran game ini untuk membangkitkan semangat. 26 pemain dan 4 coach sudah dapat dimainkan di game ini. Maret nanti akan launching players lainnya. Yang sudah di-launching pemain terbaik di Indonesia. Tapi mungkin nanti ke depannya banyak pemain lagi," tambah Arthur.

Game ASTARK sendiri mengedepankan konsep Augmented Reality (AR) trading card games. Inti dari seluruh permainan ini adalah berkompetisi melawan pengguna lain untuk membuktikan siapa lawan yang mampu membangun dan melatih tim terbaik serta memiliki taktik yang terbaik.

185