Insiden tersebut terjadi saat rombongan Timnas Indonesia akan meninggalkan stadion My Dinh untuk kembali ke Hotel Daewoo tempat mereka menginap.
Namun saat baru keluar dari lokasi stadion, tiba-tiba kaca bus yang mereka tumpangi pecah akibat dilempari batu oleh oknum suporter Vietnam hingga menyebabkan dua staf tim, Gatot Prasetyo (pelatih kiper) dan Syarif Alwi (tim dokter) mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca.
Penggawa Skuat Garuda, Evan Dimas yang ikut serta dalam rombongan tersebut kemudian mengisahkan kengerian yang mungkin bisa dialami lebih buruk oleh para rombongan akibat insiden tersebut.

Kondisi kaca bus Timnas Indonesia yang dilempari batu di Vietnam.
"Jika hanya menggores, mungkin itu tidak akan menjadi buruk, tapi ini ada dua batu yang dilempar dekat ke wajah orang dan itu bisa mengakhiri karier seseorang. Itu adalah hal buruk yang terjadi pada kami," kata Evan seperti dilansir FourfourTwo.
"Andai sopir tidak memutar dan kembali ke stadion bisa jadi kerumunan orang makin bertambah banyak dengan cepat dan kami mungkin bisa mengalami hal yang lebih buruk lagi," bebernya.
Rombongan Timnas Indonesia sendiri dikabarkan sudah bertolak meninggalkan Vietnam sejak pukul 07.30 menuju Bandara Noi Bai, Hanoi dan terbang menggunakan pesawat Thai Airways dengan nomor penerbangan (TG561-TG435) menuju Indonesia.
Pesawat kabarnya akan melakukan transit lebih dahulu di Bangkok dan baru dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta terminal 2 pada pukul 17.55 WIB.