Pada Februari 2016 lalu, posisi Sepp Blatter yang telah menjabat sebagai Presiden FIFA selama 17 tahun, resmi digantikan. Posisi pria kelahiran 10 Maret 1936 itu diisi oleh mantan sekretaris Jenderal UEFA, Gianni Infantino.
Di luar dugaan, Presiden FIFA yang baru itu ternyata tidak disukai oleh Blatter. Penyebabnya karena Blatter menganggap Infantino seperti melupakan dirinya.
Padahal, sebelum terpilih sebagai presiden baru, Blatter menyebut Infantino kerap meminta saran dari dirinya.

Gianni Infantino, pengganti Sepp Blatter sebagai presiden baru FIFA.
"Saya tidak pernah melihat sebuah perusahaan, yang presiden barunya tidak menaruh rasa hormat kepada presiden sebelumnya," ujar Blatter seperti dilansir BBC.
"Setelah proses pemilihan, kami memiliki komunikasi yang baik. Dia bahkan sempat berkunjung ke rumah saya dan kita saling berdiskusi," tambahnya menjelaskan.
Lebih lanjut, Blatter mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali menghubungi Infantino untuk membahas permasalahan di tubuh FIFA. Sayangnya, semua usaha untuk bertemu dengan Infantino selalu berakhir kegagalan.

Blatter merasa Infantino telah melupakan dirinya.
"Saya bicara padanya mengenai sejumlah permasalahan yang seharusnya diselesaikan FIFA, namun tidak bisa diselesaikan sebelumnya."
"Saya beberapa kali bertanya padanya. Saya sudah mengirim surat ke dia, bahkan saya juga punya nomor pribadinya. Tapi dia sama sekali tidak pernah membalasnya," tutupnya.