Laga Rabu (14/12/16) pekan depan merupakan pertemuan yang ketiga kali antara Indonesia vs Thailand di babak final sepanjang sejarah Piala AFF. Sedangkan pada Piala AFF kali ini, kedua tim sebelumnya telah bertemu di babak penyisihan grup A dimana Skuat Garuda kalah 2-4.
Akan tetapi, jelang laga final leg pertama nanti, asisten pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal menyatakan bahwa tim pelatih belum menentukan apakah bermain dengan dua striker seperti di babak grup atau sebaliknya hanya mengandalkan Boaz Solossa di lini depan.
“Saat kita lawan mereka di babak penyisihan grup, kita main dengan dua striker, tetapi untuk nanti belum tentu. Keputusannya baru akan diketahui dua hari lagi,” jelas Wolfgang Pikal.
Selain itu, pelatih asal Austria tersebut juga mengakui bahwa kondisi lapangan Stadion Pakansari memang kurang bagus. Akan tetapi, Pikal menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi alasan bagi para pemain untuk mengeluh.
“Informasi terakhir yang kita dapatkan stadion itu yang digunakan. Memang lapangannya kurang bagus, tetapi tidak ada alasan. Yang penting kita basahi lapangannya untuk bola lari lebih cepat,” tandas Wolfgang Pikal.

Rumput stadion menggunakan rumput jenis bermuda.
Kondisi lapangan Stadion Pakansari sendiri memang sejak awal atau di masa pemusatan latihan sebelum ke Piala AFF sudah dikeluhkan pelatih utama Timnas Indonesia, Alfred Riedl. Ia menilai lapangan yang juga menjadi kandang PS TNI tersebut tidak terlalu bagus untuk dipakai di pertandingan internasional.
Selain masalah teknik, Stadion Pakansari sendiri pernah menyimpan cerita mistis. Hal itu dimulai setelah satu makam keramat yang dikenal sebagai makam Mbah Jangkung tersebut dibongkar untuk perluasan area stadion. Kabarnya ada sejumlah kejadian janggal setelah pembongkaran tersebut.
VIDEO: Ritual masyarakat setempat saat pindahkan makam Mbah Jangkung:
Dimulai dari kecelakaan mobil, sampai adanya salah satu warga yang tak sadarkan diri sebelum pembongkaran makam dilakukan. Bahkan setelah makam tersebut dipindahkan, langit di wilayah Pakansari dan Kecamatan Cibinong langsung diselimuti awan hitam dan suara petir.
Saat perluasan kawasan stadium, warga sekitar bahkan sempat lakukan ritual pemotongan kambing hitam di area makam keramat Mbah Jangkung. Pemotongan kambing hitam dilakukan sebagai adat warga sekitar saat akan memindahkan makam.
Pihak kelurahan sempat menyatakan bahwa di area tersebut terdapat 147 makam, termasuk makam milik Mbah Jangkung yang diyakini sesepuh daerah tersebut.
Namun, dibalik semua cerita mistis diatas, Stadion Pakansari yang baru pertama kali digunakan sebagai kandang Timnas untuk Piala AFF tahun ini, nyatanya telah memberikan tuahnya. Hal itu terbukti di mana Timnas Indonesia berhasil memang 2-1 atas Vietnam di semifinal leg pertama, Sabtu (03/12/16) lalu.
‘Keangkeran’ Stadion Pakansari sendiri diharapkan terus berlanjut saat Indonesia menjamu Thailand di leg pertama final Piala AFF. Jika menang, tentu langkah Skuat Garuda untuk menjadi juara di ajang ini semakin terbuka lebar.