Banyaknya keluhan yang dilontarkan jika bertandang ke Serui, membuat Perseru berkomentar. Tim Cendrawasih Jingga itu tidak tinggal diam dengan keluhan tim yang merasakan jarak tempuh jauh ke Serui.
Kekalahan dengan beralasan kelelahan fisik akibat perjalanan jauh, dianggap sebagai hal yang biasa dalam sepak bola.
Oleh karena itu, Perseru memberi saran kepada PSSI agar mempertimbangkan kembali format pembagian wilayah barat dan timur, seperti yang terakhir dilakukan pada musim 2014 lalu.
"Dengan jadwal yang padat seperti ini, ada baiknya pembagian dua wilayah untuk kompetisi tahun depan itu kembali dipertimbangkan," tukas pelatih Perseru, Hanafi.
Hanafi pun merasakan sendiri betapa lelahnya perjalanan panjang timnya jika bertandang ke Pulau Jawa atau Sumatera dengan jeda pertandingan yang mepet.
"Pembagian itu seperti solusi yang bagus. Karena, minimnya jeda pertandingan bisa disiasati dengan pendeknya jarak tempuh," ungkapnya.
Hanafi lalu mencontohkan, tim-tim yang mengikuti kompetisi di tahun depan, setidaknya bisa menghemat tenaga dan waktu dalam setiap tandang ke Serui. Setelah menempuh perjalanan udara dengan sekian jam melalui Makassar dan Biak, tim yang menjadi lawan Perseru pun masih harus rela menghabiskan tiga sampai empat jam di laut dengan menaiki kapal maupun speed boat sewaan.
"Dengan waktu yang mepet, tenu membuat setiap tim tidak akan maksimal dalam bermain," terangnya.
"Seperti tim dari Padang, yang dengan jeda kurang dari satu minggu harus bertandang ke Serui. Tentu hal itu sangat menguras tenaga dan waktu," tandas mantan Pelatih PS Mojokerto Putra tersebut.