Laga final Piala AFF nanti merupakan partai puncak ke lima kalinya bagi Timnas Indonesia, dan menjadi pertemuan ketiga kalinya dengan Thailand di babak final Piala AFF setelah sebelumnya di tahun 2000 dan 2002.
Kini di Piala AFF 2016 ini keduanya kembali bersua setelah Timnas Indonesia lolos ke final usai menyingkirkan Vietnam dengan agregat 4-3 dan Thailand melaju ke partai puncak usai membekuk Myanmar dengan agregat 6-0.
Meski Thailand tampil menggila di babak semifinal, pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl menyatakan bahwa Skuat Garuda tak gentar lantaran ia sudah mengantongi kelemahan calon lawan di partai puncak nanti. Thailand dinilai punya celah di lini belakang sehingga hal tersebut bisa dimanfaatkan para penggawa Timnas Indonesia.
"Thailand juga punya masalah dan titik lemah di lini belakang jadi kita bisa manfaatkan itu seperti yang dilakukan Myanmar dimana mereka bisa melepaskan cukup banyak tendangan ke arah gawang, jadi saya percaya kita juga bisa dan kami akan bermain terbuka," ujar Alfred Riedl usai memimpin latihan pagi tadi di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten.
"Sejauh ini kami masih latihan taktik sejak dari kemarin dan masih ada waktu besok dan lusa sebelum melawan Thailand," sambungnya.
Di sisi lain, Alfred Riedl juga mengomentari soal beberapa penndapat yang menilai Timnas Indonesia masih belum terlalu padu saat para pemain melakukan passing. Pelatih Austria itu menyatakan bahwa hal tersebut justru akan diuji saat Indonesia bertemu Thailand pada Rabu nanti.
"Kalau orang bilang passing belum bagus itu pendapat setiap oranh, tetapi yang pasti kita menang atas Vietnam dan kita harus tantang thailand yang merupakan tim terbaik di asean dari situ kita bisa melihat seberapa jauh kekuatan kita," jelas pelatih yang akrab disapa Opa Riedl.
Usai latihan pagi tadi di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci, Tangerang, Timnas Indonesia akan berpindah ke kawasan Bogor untuk kembali melakoni pemusatan latihan jelang laga final.