Eduard Tjong tanpa basa-basi langsung melayangkan permohonan maaf kepada segenap masyarakat Gresik dan juga suporter Ultras mania, yang selama ini tak pernah berhenti mendukung timnya.
Kekalahan telak 0-3 dari Persipura Jayapura melengkapi derita tim berjuluk Joko Samudro itu yang nihil kemenagan di lima laga kandang terakhir.
Dalam periode itu, Persegres GU hanya mampu meraup satu angka berkat hasil seri kontra Bhayangkara FC, serta empat kali dipermalukan oleh Persiba Balikpapan, Bali United, PSM Makassar dan Persipura.

Persipura membantai Persegres di kandangnya sendiri dengan skor 3-0.
"Saya minta maaf sudah membuat kecewa seluruh pihak yang selama ini sudah mendukung tim ini," kata Pelatih Persegres GU yang biasa disapa Edu tersebut.
Baginya, ini adalah kesalahan yang mesti menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih, bukan menyalahkan pemain yang menurutnya sudah bekerja keras untuk berusaha untuk mengangkat performa tim.
Edu memang merasa bersalah dan akan bertanggung jawab terhadap posisinya. Hal itu lantaran tidak adanya perubahan performa yang siginifikan, pasca kedatangannya menggantikan posisi Liestiadi di awal putaran kedua lalu.
"Ini murni kesalahan saya, karena sudah tidak bisa mencapai target dari manajemen," beber Edu.

Edu mengaku gagal membawa perubahan sejak didatangkan ke Persegres.
"Jadi, pemain seharusnya tetap mendapat apresiasi karena sudah berjuang keras," mantan pembesut PS TNI itu melanjutkan.
Alhasil, kekalahan dari Persipura itu pun gagal membuat Persegres GU merasakan happy ending, lantaran ini merupakan laga home terakhir di TSC musim ini.
"Saya mewakili pemain, minta maaf atas kekalahan ini. Masih ada satu pertandingan lagi (melawan Semen Padang), dan kami akan berusaha meraih hasil terbaik," ungkap Agus Indra Kurniawan.