PBFC memang tak ikut ambil bagian dalam persaingan merebut trofi Juara TSC musim ini. Namun, PBFC tetap menjadi pusat perhatian lantaran ikut memberi ketegangan dalam persaingan ketat antara Arema Cronus dan Persipura Jayapura.
Hasil imbang 2-2 yang didapat PBFC saat menghadapi Arema Cronus, menjadi penghambat besar bagi tim Singo Edan yang kini masih tertinggal dua angka, pasca kemenangan telak 3-0 Persipura atas tuan rumah Persegres Gresik United.
"Pertandingan menghadapi Arema akan terus kami kenang, karena meninggalkan memori bagus," kata Ponaryo Astaman.
"Bagaimana pun, kami sudah ikut terlibat dalam persaingan ketat antara Arema dan Persipura menuju juara," lanjut mantan kapten Timnas Indonesia tersebut.
Janji tim berjuluk Pesut Etam itu untuk tidak memberikan poin secara cuma-cuma memang sudah diwujudkan. Tim asuhan Dragan Djukanovic itu bahkan nyaris mengalahkan Arema melalui hadiah penalti di menit akhir pertandingan.
Sayangnya, eksekusi Edilson Tavarez mampu digagalkan oleh Achmad Kurniawan. Alhasil, PBFC pun harus puas berbagi satu angka setelah di 90 menit terlibat aksi saling balas gol.
Jefri Kurniawan dan Flavio Beck Junior membawa PBFC unggul lebih dulu melalui dua gol dalam rentang waktu 19 menit awal. Namun, Arema Cronus mampu menyamakan skor berkat dua gol hasil sontekan Fery Aman Saragih dan penalti Cristian Gonzales jelang turun minum.
"Hasil ini tidak terlalu mengecewakan bagi kami. Karena pemain sudah bermain secara maksimal," tandasnya.