Piala AFF 2016

Segarang Apa Kiatisuk Senamuang? 'Si Kurus' Kurniawan Bongkar Cara Redam Taktik Pelatih Thailand

Rabu, 14 Desember 2016 13:03 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Di balik penampilan trengginas Thailand di pentas Piala AFF 2016, ada satu sosok penting yang paling tangguh dan berpengaruh di dalam skuat The War Elephants yakni sang pelatih, Kiatisuk Senamuang.

Pria yang juga akrab diasapa coach Zico itu merupakan aktor krusial di balik penampilan tanpa celah Thailand sejauh ini. Bayangkan saja, di bawah tangan dinginnya, Thailand menjadi salah satu tim yang tak terkalahkan sejak dari fase grup hingga babak semifinal.

Satu tim lainnya yang tak terkalahkan adalah Vietnam, meski akhirnya tersingkir secara dramatis dari Timnas Indonesia di babak semifinal dengan total agregat 3-4.

Thailand tampil superior dengan menggelontokan total 12 gol dan hanya kebobolan 2 gol. Teerasil Dangda dan kawan-kawan mengalahkan Timnas Indonesia (4-2), Singapura (1-0), dan tuan rumah Filipina (1-0).

Catatan 3 kemenangan di Grup A itu pun membuat Thailand lolos ke semifinal dengan status juara grup, diikuti Skuat Garuda sebagai runner-up.

Legenda sepakbola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Thailand dianggap memiliki para pemain yang selalu tampil spartan di setiap laga. Cepat, lincah, keras, menguasai bola, dan aktif menyerang, menjadi ciri khas Thailand di bawah asuhan Kiatisuk saat ini.

Bahkan, legenda sepakbola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulanto, yang merupakan sahabat dekatnya, membenarkan kualitas seorang Kiatisuk. Saat berbincang dengan INDOSPORT, Kurniawan menyebut Kiatisuk adalah sosok pelatih yang dekat dengan siapa saja.

“Seorang profesional sejati yang sangat humble, baik, dan deket ke siapa aja. Mungkin itu salah satu kunci sukses dia saat jadi pelatih karena bisa deket ke semua pemain dan bisa mencairkan suasana tim,” kata Kurniawan Dwi Yulianto saat berbincang bersama INDOSPORT.

“Meski begitu, semua pemain tetap saja respect ke dia,” tambah pemain yang akrab disapa ‘Si Kurus’ tersebut.


Pelatih Timnas Thailand, Kiatisuk Senamuang.

Pemain yang pernah berseragam Persija Jakarta medio 2004-2005 tersebut, juga mengakui kualitas Thailand yang sangat baik. Menurut Kurniawan, gaya bermain Thailand yang spartan memang sudah dibangun sejak dari tim junior.

“Saya rasa suksesnya Thailand sekarang juga karena pola pembinaan mereka yang udah berjalan dari lama. Filosofi bermain Thailand sudah ditanamkan sejak dari tim junior,” ungkapnya.

“Sehingga kita bisa lihat dari kelompok umur 15 tahun sampai senior Thailand, cara bermainnya hampir sama, yakni bola pendek cepat dan bermain as a team. Walau pun kemampuan individu mereka juga bagus-bagus,” tandasnya.

Meski begitu, jelang laga melawan Thailand, Rabu (14/12/16) malam ini, Kurniawan memberikan sedikit taktik untuk meredam kekuatan Thailand. Si Kurus berharap para pemain Timnas bisa meminimalisir kesalahan-kesalahan kecil.


Kurniawan Dwi Yulianto saat masih berseragam Timnas Indonesia.

“Yang pasti semua pemain harus disiplin, fokus, dan yang paling penting meminimalisir kesalahan-kesalahan kecil yang akhirnya bisa dimanfaatkan lawan,” sambung pria berusia 40 tahun tersebut.

“Karena banyak gol-gol yang bersarang di kita terjadi karena pelanggaran di dekat-dekat daerah penalty,” tegasnya.                       

Kurniawan sendiri merupakan sahabat dekat pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang. Keduanya sempat dipertemukan di atas lapangan sebagai lawan pada laga final Piala AFF tahun 2000 antara Thailand melawan Timnas Indonesia.

1.1K