Hal itu terjadi setelah adanya pertemua yang dihadiri oleh perwakilan supporter, keamanan, panitia pelaksana (panpel), hingg PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sempat diwarnai deadlock, pada Kamis siang.
Salah satunya adalah izin rekomendasi dari pihak kepolisian belum turun. Faktor yang kemungkinan menjadi penghalang adalah hadirnya penonton di laga tersebut. Hubungan supporter PSS denhan Persis Solo yang dikenal dengan Pasoepati tidak terjalin dengan baik.
“Intinya deadlock, namun yang jelas pertandingannya akan tetap berlangsung di Solo. Malam ini pihak GTS akan memberikan jawaban,” jelas Ketua Panpel lokal Solo, Heri Isranto kepada INDOSPORT.
Sementara itu, PSSI tampaknya menginginkan pertandingan dilangsungkan pada 22 Desember mendatang. Federasi sepakbola tertinggi di Indonesia ingin gelaran ISC B tetap berakhir sesuai jadwal, yakni bulan Desember.
“Sudah diputuskan bahwa 22 Desember adalah laga final ISC B. Nantinya biar pihak PT GTS menjabarkan lebih lanjut, mohon di tunggu saja,” tandasnya.
PSS Sleman akan berhadapan dengan PSCS Cilacap di laga puncak. Laga pamungkas nanti diperkirakan akan berlangsung seru karena mempertemukan dua tim yang sejak awal musim memang difavoritkan untuk juara.