Milomir Seslija rela untuk menolak beberapa tawaran klub lain untuk memberi prioritas kepada Arema Cronus jelang menyambut kompetisi resmi Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Dengan berakhirnya kompetisi TSC 2016, maka diiringi pula dengan langkah pembubaran tim. Termasuk Arema Cronus, yang kontrak para anggota timnya hanya berkisar selama TSC atau akhir Desember ini.
Terkait masa depan dengan Arema Cronus, Milo masih belum tahu rencananya. Hal itu lantaran dirinya masih harus menyusun laporan lengkap terkait evaluasi tim dan pemain sepanjang berlaga dalam 34 pertandingan selama TSC.
"Saya belum tahu apa rencana selanjutnya. Sebentar lagi akan digelar evaluasi dan tergantung pada hal itu," Pelatih Arema Cronus itu mengungkapkan.

Skuat Arema Cronus di TSC 2016.
Bicara prestasi, apa yang sudah diberikan pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu termasuk cukup bagus. Dari empat turnamen yang diikuti sejak datang pada Januari lalu, Milo turut mengantar Raphael Maitimo dkk meraih juara pada turnamen Bali Island Cup dan Piala Bhayangkara.
"Gagal juara di kompetisi (TSC) ini, tapi saya setidaknya sudah memberikan dua gelar juara turnamen pada tahun ini," papar Milo.
Pelatih berusia 52 tahun itu pun secara pribadi masih berhasrat tetap menangani Arema Cronus pada kompetisi tahun depan. Faktor kedekatan dengan Aremania maupun fondasi tim yang ia bangun, diharapkan menjadi pertimbangan manajemen untuk kembali menggunakan jasanya.
Bahkan, Milo pun rela menolak beberapa tawaran klub lain yang secara intens sudah menghubunginya agar segera hijrah dari Kota Malang.
"Saya belum memberikan jawaban yang pasti kepada mereka. Yang pasti, saya lebih prioritas kepada Arema Cronus," pungkas pelatih yang pernah membesut Sembawang Rangers di Liga Singapura tersebut.