Ganti Mamak, Ini Hambatan Persija Datangkan Pelatih Anyar

Kamis, 22 Desember 2016 16:28 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim
 Copyright:

Persija Jakarta terus melakukan perubahan jelang mengikuti kompetisi baru. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini dikabarkan akan melakukan perubahan di posisi pelatih.

Bahkan, dikabarkan Persija tinggal memasuki tahap akhir untuk mendapatkan jasa pelatih berkebangsaan Brasil. Namun, ada satu kendala yang membuat kesepakatan itu urung terjadi.

"Kita memang tengah melakukan negosiasi dengan pelatih asing asal Brasil, dan sudah masuk tahap final tapi memang belum tanda tangan kontrak," ucap Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus.

"Segala memang sudah ok dengan pelatih tersebut. Baik berbicara target dan segalanya tapi memang masih ada satu kendala," jelas Ferry.

Ferry Paulus masih merahasiakan identitas pelatih baru Persija Jakarta yang berasal dari Brasil.

Namun saat ditanya akan nama serta latar belakang pelatih yang tengah dibidik, pria yang kerap disapa FP ini enggan memberikan bocoran lebih dalam. Baginya, dia masih menunggu bila tanda tangan kontrak keduanya sudah terjadi.

"Kalau saya kasih tau asal-usul melatihnya bisa ketauan dong. Nanti saja pokoknya setelah tanda tangan kontrak kita ada sesi jumpa wartawan," jelas pria asal Manado ini.

Meski sudah menemukan titik terang, Ferry menjabarkan ada satu hambatan yang membuaat sang pelatih bidikannya masih enggan menandatangani kontrak. Hal ini dikarenakan status Persija yang tidak memiliki home base.

"Dia memang masih menanyakan akan home base kita. Kan susah juga bila kita main pindah-pindah. Soalnya ini dampak ke penonton juga. Dia ingin ada banyak suporter yang mendukung kala kita bermain. Sebab, suporter bagaikan nyawa dan pemain ke-12 juga," tutup FP.

Memang hingga saat ini Persija masih menjadi tim yang tidak memiliki home base. Selepas tidak boleh menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Persija menjadi tim musafir.

Dia menggunakan Stadion Manahan Solo sebagai rumah kedua mereka. Namun, Persija harus bolak-balik Jakarta Solo untuk menyiapkan pertandingan.

368