Sepakbola wanita seakan terus menunjukkan kebangkitan dari tidur panjangnya. Hal ini dapat terlihat setelah semakin banyaknya turnamen atau perhelatan yang mempertandingkan cabang sepakbola wanita. Yang terbaru adalah perhelatan Bengawan Cup II 2016, yakni turnamen yang mempertemukan empat tim sepakbola putri dan berlangsung pada 28 hingga 31 Desember di Stadion R Maladi Sriwedari, Solo.

Turnamen ini pun mendapat perhatian dari pemerintah pusat yakni Kemenpora dan PSSI. Tak ayal, dengan bergulirnya perhelatan ini memancing untuk diadakannya kompetisi sepakbola wanita di musim 2017.
Menanggapi hal ini, perwakilan PSSI, Papat Yunisal mengaku akan mengusahakan menggelar kompetisi sepakbola wanita di musim 2017. Satu-satunya wanita yang menjabat Anggota Komite Excekutif PSSI ini memiliki tugas untuk menghidupkan kembali sepakbola wanita.
"Terkait kompetisi itu sudah menjadi motivasi saya. Terlebih saat ini sudah sejalan dengan niat pemerintah yang ingin gulirkan kompetisi sepakbola wanita. Ini menunjukkan bahwa sepakbola bukan milik kaum pria tapi milik semua termasuk kaum wanita," ucap dia saat ditemui INDOSPORT di Solo.

Akan tetapi dia mengaku masih akan terus menggodok akan format kompetisi tersebut. Terlebih dia tidak ingin terjadi timpang tindih terkait pelaksanaannya nanti.
"Terkait nanti pengemasan akan kompetisi itu kita akan tetap bicarakan agar menjadi satu wadah dan satu visi misi," tutup dia.