Para pesepakbola muda Indonesia mulai banyak yang meniti karier di luar negeri sejak dini. Salah satu yang teranyar adalah Aditya Affasha. Pemuda kelahiran Bandung, 15 tahun yang lalu itu kini tengah berguru di Spanyol sejak Juni tahun lalu. Ia mengikuti jejak pemain Tanah Air lainnya, Arthur Irawan, yang juga pernah berkecimpung di kompetisi Negeri Matador.
Bakat muda eks pesepakbola Sekolah Sepakbola (SSB) ASIOP Apacinti itu tercium oleh agen pemain sepakbola Indonesia, Mulyawan Munial. Muly, panggilannya, mengirimkan Affasha untuk menimba ilmu di salah satu klub divisi satu Liga Spanyol, Real Valladolid.
Sang pemuda kemudian disodorkan kontrak selama dua tahun oleh tim junior Valladolid U-16. Tengah menjalani musim keduanya di Negeri Matador, Affasha juga berencana untuk menimba ilmu hingga Negeri Kincir Angin, Belanda.
Selain Affasha, terdapat empat nama lainnya yang juga tengah berguru di negara juara Piala Dunia 2010 itu. Empat pesepakbola muda tersebut adalah Khairul Imam Zakiri, Nikola Filipovic, Panca Nur Widiastono dan Adam. Selain mengikuti pelatihan sepakbola, mereka juga berkesempatan untuk mengikuti program pendidikan formal.
"Di Valladolid ada international program dan berhubung mereka juga dibawah 18 tahun jadi tidak ada kontrak. Dalam program ini didalamnya termasuk pendidikan sekolah, latihan bola dan games," jelas Muly, CEO Munial Sport Group (MSG) selaku agen yang membawahi kelima pemain muda tersebut kepada INDOSPORT kala itu.
Jauh-jauh ke Negeri Matador, Affasha pun bercita-cita untuk menjadi pesepakbola profesional. Dirinya kemudian mengungkapkan perbedaan kualitas antara sepakbola Indonesia dengan tempat bergurunya saat ini.
"Saya ingin menjadi pesepakbola profesional. Buat apa jauh-jauh bermain di sini (Spanyol) jika tidak dimanfaatkan. Kualitas sepakbolanya sangat berbeda, passing dan kontrol (bola) terutama" ujar pemuda berusia 15 tahun itu kepada INDOSPORT.
Meskipun mengimpikan untuk bermain di Eropa, Affasha tidak lupa akan kampung halamannya. Pemuda yang tengah pulang ke Tanah Air untuk berlibur ini berhasrat untuk mencicipi sepakbola nasional pada suatu saat nanti. Namun sebelum itu, dirinya dengan tegas memilih untuk menghabiskan masa mudanya untuk berkompetisi di benua biru.
"Suatu saat, saya ingin bermain di Indonesia. Mungkin nanti setelah memiliki pengalaman yang cukup di Eropa," tuturnya.
Tengah meniti masa depan di Eropa, Affasha mengaku sebagai penggemar berat Real Madrid dan Manchester United. Di sisi lain, ia juga memiliki klub favorit tersendiri di kancah persepakbolaan nasional.
"Klub favorit saya Persib Bandung karena saya lahir di Bandung," tambahnya.
Affasha diketahui merupakan anak dari Deputi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Fanny Irawan. Sang ayah terpilih sebagai deputi sekjen dalam kepengurusan PSSI periode 2016-2020 di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi. Ia menambahkan dirinya tengah dipantau oleh PSSI untuk masuk ke dalam Tim Nasional (Timnas) usia muda.