Kemenpora Berharap Kongres PSSI Tidak Timbulkan Kegaduhan

Senin, 2 Januari 2017 10:30 WIB
Editor:
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Gatot S Dewa Broto usai mengunjungi Achmad Kurniawan di ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat RSU Syaiful Anwar Kota Malang. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Gatot S Dewa Broto usai mengunjungi Achmad Kurniawan di ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat RSU Syaiful Anwar Kota Malang.

Pemerintah berharap kondisi sepakbola nasional semakin baik di tahun yang baru ini. Pasalnya, saat ini adalah momentum yang bagus untuk mengembalikan kondusifitas sepakbola Indonesia setelah selama satu tahun terakhir terisolasi akibat sanksi pembekuan pemerintah kepada PSSI, yang diiringi sanksi yang sama dari FIFA.

"Jangan sampai hingar bingar Timnas yang bagus ini hilang begitu saja. Harus berlanjut pada sistem sistem sepakbola yang dikelola PSSI," ujar Deputi IV di Bidang Komunikasi Kemenpora, Gatot Dewa Broto saat berkunjung ke Malang.

Kondusifitas ini pun diharapkan terus terjaga. Sehingga, pada Kongres pertama dibawah kepemimpinan Pangkostrad, Letjen Edy Rahmayadi, bisa berjalan lancar dan tidak ada kegaduhan lagi.

Hal itu berkaca pada Kongres pemilihan Ketua Umum PSSI periode baru pada 10 November tahun lalu, dimana diwarnai dengan hujan interupsi dan pembatalan untuk membahas beberapa agenda yang sudah disepakati sebelumnya.

"Makanya, setelah dari Malang, saya lanjut ke Surabaya untuk bertemu perwakilan Bonek di Wisma Karanggayam," ujar Gatot Dewa Broto.

"Harapannya, agar tidak gaduh lagi. Lagipula, Pak Edy kemarin sudah ke Surabaya dan bertemu dengan teman-teman Bonek," imbuhnya.

Maka dari itu, ia pun berharap agenda yang sempat tertunda agar bisa dibahas secara tuntas pada Kongres PSSI di Bandung pada 08 Januari 2017 nanti.

"Bagaimana nasib klub-klub yang terpinggirkan, termasuk Persebaya, bisa kembali ke jalur semestinya dan mengikuti kompetisi lagi," ulasnya.

Nasib kembalinya Persebaya beserta Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Arema Indonesia, Lampung FC dan dua klub lainnya memang masuk dalam salah satu agenda yang bakal dibahas pada Kongres nanti.